Trauma Pembakaran Palopo, Pensiunan PNS Ini Setuju Pemilukada di DPRD

Asdhar
1 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Ternyata masih banyak warga kota Palopo yang sepakat Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) dikembalikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masing-masing. Pasalnya, pemilihan melalui DPRD dinilai sangat meminimalisir anggaran dibandingkan pemilihan langsung.

“Saya sangat setuju jika Pemilukada nantinya dikembalikan ke DPRD karena mengurangi biaya,” ungkap, Andi Ismunandar, Warga BTN Merdeka, Palopo, Minggu (14/09/14), saat menyaksikan kegiatan Maccera Tasi’ dan Festival Tanjung Ringgit di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Ringgit Palopo, siang tadi.

Menurut pensiunan PNS Kota Palopo ini, selain mengurangi biaya Pemilukada, hubungan kekeluargaan juga tidak akan pecah karena perbedaan pilihan.

“Anggota DPRD kan perwakilan rakyat jadi apa salahnya jika Pemilukada ini kembali ke Dewan. Kalau pemilihan langsung sangat rawan terjadi perpecahan antar keluarga karena perbedaan pilihan,” ungkap Ismunandar.

Dia pun mencontohkan perpecahan akibat pemilukada langsung, yakni insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintahan pasca Pemilukada Palopo lalu. “Kita semua memiliki trauma akan Pemilukada langsung, saat insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintah di Palopo beberapa waktu lalu,” ungkapnya. (*)

 

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser