LUWURAYA.COM — Rencana pemindahan jalur pipa minyak PT Vale Indonesia di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, mendapat penolakan warga. Selain khawatir terhadap risiko kebocoran, warga juga mempersoalkan pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan dokumen lingkungan.
Penolakan tersebut disampaikan Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Luwu Timur, manajemen PT Vale Indonesia, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (15/9/2026).
Juru bicara FKMB, Risal Mujur, mengatakan kekhawatiran warga didasari riwayat kebocoran pipa minyak PT Vale, termasuk peristiwa di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, yang berdampak terhadap lahan masyarakat.
“Terkait riwayat tumpahan minyak akibat kebocoran pipa, menurut saya ini menjadi catatan merah bagi PT Vale,” ujar Risal dalam RDP.
Menurut FKMB, rencana reroute atau pemindahan jalur pipa bukan sekadar persoalan teknis. Warga khawatir kebocoran pada jalur baru dapat mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Warga Persoalkan Risiko dan Pelibatan dalam AMDAL
Selain risiko kebocoran, FKMB mempersoalkan proses penerbitan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk proyek reroute tersebut.
Risal mengungkapkan, warga setempat mengaku tidak dilibatkan dalam proses penyusunan dokumen lingkungan, termasuk dalam kegiatan sosialisasi. Menurutnya, persoalan serupa juga pernah muncul ketika rencana pemindahan jalur pipa dibahas beberapa tahun lalu.
“Jadi beberapa tahun lalu, kami juga menolak rencana pemindahan jalur pipa ini dengan alasan yang sama, karena kami masyarakat di sana itu tidak ada satupun yang dilibatkan. Bahkan pada saat itu Pemerintah Desa juga menolak,” bebernya.
FKMB juga menyoroti lokasi jalur pipa baru yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga apabila terjadi kebocoran.
Bagi masyarakat, risiko yang dikhawatirkan tidak hanya menyangkut pencemaran tanah dan air, tetapi juga kemungkinan terganggunya lahan pertanian dan sumber penghidupan mereka.
Meski demikian, kekhawatiran tersebut merupakan penilaian warga terhadap potensi risiko. Belum ada hasil kajian teknis yang disampaikan dalam bahan RDP untuk memastikan besaran risiko lingkungan pada jalur baru.
DPRD Minta Peninjauan Langsung ke Lokasi
Dalam RDP tersebut, anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldy dari Fraksi PAN, mempertanyakan dasar penetapan lokasi reroute pipa kepada manajemen PT Vale.
Menurut Rivaldy, penentuan lokasi pemindahan pipa perlu mempertimbangkan keselamatan masyarakat, terutama jika jalurnya berdekatan dengan permukiman dan tempat warga beraktivitas.
Ia meminta perusahaan menjelaskan kajian yang mendasari pemilihan lokasi tersebut, termasuk apakah jalur yang direncanakan sudah mempertimbangkan risiko terhadap masyarakat sekitar.
Sementara itu, anggota DPRD Badawi mengusulkan peninjauan langsung ke lokasi bersama pihak perusahaan dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan dapat dilihat secara langsung sebelum pembahasan dilanjutkan.
Manajemen PT Vale menjelaskan bahwa reroute merupakan langkah untuk mengurangi risiko dalam jangka panjang, termasuk melalui mitigasi dan kegiatan pencegahan pada jalur pipa bahan bakar.
Rapat kemudian menyepakati peninjauan langsung ke lokasi reroute di Balambano pada 22 September 2026. Peninjauan tersebut direncanakan melibatkan DPRD, PT Vale, dan masyarakat setempat.
Namun, kesepakatan peninjauan lapangan tersebut belum berarti bahwa seluruh pihak telah menyetujui kelanjutan proyek reroute.
FKMB tetap meminta agar persoalan lingkungan dan pelibatan masyarakat mendapat perhatian sebelum rencana pemindahan jalur pipa dilanjutkan. Transparansi kajian dan kepastian keselamatan menjadi hal yang mereka tuntut dari perusahaan maupun pemerintah daerah.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

