Aksi demonstrasi mahasiswa yang menunding ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh Bupati Luwu, Andi Mudzakkar sehingga menyebabkan terjadinya disclaimer pada opini BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), langsung mendapat tanggapan dari orang nomor satu di Kabupaten Luwu itu.
Menurut Cakka, sapaan akrab Andi Mudzakkar, ada pihak yang sengaja ingin mencederainya, mengingat Kabupaten Luwu saat ini sedang dalam suasana Pemilukada, dimana dirinya sebagai salah satu kandidat yang ikut bertarung.
“Saya secara pribadi mengerti dengan persoalan ini, karena Luwu saat ini masih dalam kondisi menghadapi Pilkada, jadi banyak macamlah (tindakan) orang untuk mencederai kita, tetapi Insya Allah saya masih miliki moral,” ujar Cakka.
Dia pun mempersilahkan kepada pihak manapun untuk menelusuri harta kekayaan miliknya yang dituding dari hasil korupsi. “Saya tidak bisa bilang ya atau tidak, adapun lembaga KPK, kejaksaan atau kepolisian yang ingin menelusuri, silahkan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Terkait dengan rekomendasi Pansus DPRD terkait LHP BPK itu, Cakka mengatakan pihaknya tetap akan menindak lanjuti dan prosesnya masih belangsung sampai hari ini. “Apa yang menjadi intruksi BPK akan kita tindak lanjuti itu,” tegasnya.
Amran
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

