Mutasi yang digelar wali kota Palopo Tenriadjeng 5 Juni lalu membuat sejumlah mantan pejabat di Kota Palopo bersedih. Dalam demonstrasi yang digelar aliansi Mahasiswa peduli Kota Palopo (AMPO) di DPRD Palopo, Selasa (11/6/13) lalu, salah seorang PNS bahkan menangis karena tidak terima dirinya dimutasi dari jabatannya.
Dia adalah Amaluddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan, di Badan Ketahanan Pangan Kota Palopo. Dihadapan para legislator, dia mengaku heran dengan mutasi yang dialaminya.
Pasalnya, selama mengemban tugas, dia mengaku tidak pernah berbuat kesalahan. “Justru saya selama ini telah berbuat banyak sehingga Kota Palopo berhasil meraih prestasi dalam hal keamanan pangan, tetapi kenapa justru saya yang dimutasi,” ujarnya.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menilai telah terjadi pelanggaran administrasi dan dugaan pemalsuan tanda tangan Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng dalam keputusan Wali Kota No 820/484/BKD/VI/2013, tentang pengangkatan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkot Palopo, 5 Juni lalu.
Amran Amir
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

