Karena Langka dan Mahal, Petani Diajari Buat Pupuk Sendiri

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Mungkin masih asing terdengar di telinga kita nama Dusun Dandawasu, sebuah perkampungan di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur yang masih terisolir akibat belum terbukanya akses jalan menuju ke dusun tersebut.

Dusun yang dihuni oleh mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani itu, ternyata memiliki masalah tersendiri dalam mengatasi kesulitan mendapatkan pupuk.

Suhaebah, salah seorang kader pemberdayaan masyarakat Desa Parumpanai mengatakan Dusun Dandawasu merupakan daerah yang masih sulit diakses akibat belum terbukanya akses jalan.

“Untuk menuju ke Dusun Dandawasu, akses satu-satunya adalah melalui transportasi perahu, dengan ongkos sekali jalan membutuhkan biaya sebesar Rp200 ribu per orang. sehingga petani setempat sangat sulit memperoleh pupuk,” ujarnya.

Olehnya itu, melalui Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) dana Block Grand PT Vale Indonesia, warga di dusun itu dilatih untuk membuat pupuk sendiri, dengan panduan dari Penyuluh Pertanian Kecamatan, Lukas.

Pelatihan yang digelar sehari itu diikuti oleh puluhan warga petani yang mengikutinya dengan sangat antusias.

“Harapan kami dengan pelatihan ini petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida berlebihan membuat kualitas tanah menurun, musnahnya keanekaragaman sumber daya hayati, hingga degradasi kualitas lingkungan,” kata Lukas.

Lukas merincikan, pembuatan pupuk cair organik tidaklah sulit, bahan dasar pupuk berupa buah nenas, nangka, pisang dan jenis buah lainnya mudah didapatkan di pekarangan rumah.

Untuk membuatnya hanya memerlukan ember atau baskom, kemudian parutan buah tadi dicampur dengan cairan gula atau nira manis sama seperti membuat jus buah. Campuran buah dan gula diaduk hingga benar-benar rata, dan diamkan hingga tujuh hari.

“Dengan begitu, sebuah kreasi hasil fermentasi kecil-kecilan dari bahan-bahan yang amat mudah itu, sudah berhasil dilakukan. Setidaknya, ribuan hingga ratusan rupiah dapat dihemat dengan menggunakan teknik ini,” kata Lukas.

Menurutnya, hasil fermentasi buah itu tinggal dicampurkan dengan kotoran ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah kebun dengan ditambahkan air.

“Pada hari ke 15 pupuk buatan sendiri sudah bisa digunakan untuk kesuburan tanah pada tanaman padi, kakao, lada dan tanaman lainnya,” ujar Lukas.

Busman Dahlan Shirat GM Program Pengembangan Sosial PT Vale Indonesia dalam rilisnya mengungkapkan PMDM merupakan program yang dirancang bersama pemerintah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat melalui mekanisme pemberdayaan dan keswadayaan yang salah satu fokus utamanya bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

“PT Vale Indonesia berupaya mendorong pengembangan sektor pertanian yang tangguh, maju serta efisien,” ujar Busman.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser