Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Kasus Impor Buah Kementan, Suara Kandidat Usungan Nasdem Tergerus
Luwu TimurNewsPolitik

Kasus Impor Buah Kementan, Suara Kandidat Usungan Nasdem Tergerus

Asdhar
Asdhar
8 November 2020
Share
4 Min Read
SHARE

Sejumlah kader Partai Nasdem, yakni Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Nasdem, Rusdi Masse Mappasessu dan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad M Ali, termasuk Menteri Pertaian RI, Syahrul Yasin Limpo disebut terlibat dalam pengaturan kuota impor buah di Kementerian Pertanian.

Adanya kasus yang menimbulkan prahara di Partai Nasdem Saat ini, membuat sejumlah kader maupun kandidat yang diusung oleh Partai Nasdem di Pilkada 2020 di sejumlah daerah, akan ikut terpengaruh secara negatif.

Pengamat politik Luwu Raya, Syaharuddin Syah mengatakan prahara yang ada di Nasdem dapat mempengaruhi elektabilitas usungan partai Nasdem sendiri pada pilkada serentak 2020 termasuk di sejumlah daerah di Tana Luwu, yakni Luwu Utara dan Luwu Timur.

Baca Juga

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

“Kalau pengaruh di Pilkada pasti ada. Dengan adanya persoalan di Nasdem dapat mempengaruhi suara dukungan terhadap kandidat yang diusung,” kata Syaharuddin Syah, (7/11/2020) saat dikonfirmasi wartawan.

Dosen Unanda ini mengatakan jika memang betul ada keterlibatan petinggi partai Nasdem apalagi yang memanfaatkan kekuasaannya demi untuk kepentingan pribadinya, ini yang sangat dia sayangkan.

“Negara seperti apa jadinya ke depan. Mental anak bangsa ini semakin merosot akibat demokrasi yang terbuka seperti ini. Muncullah kapital preman lokal yang tidak berpihak lagi pada rakyat tapi bagaimana menguras kehidupan rakyat secara tidak langsung melalui para penguasa di negeri ini. Oknum partai politik menjadi preman negara di negeri ini,” jelasnya.

Menurutnya, peran partai politik bukan memelihara kadernya untuk memperkaya orang tertentu, tapi bagaimana partai politik berpihak pada rakyat.

“Terkait dengan jatah Impor, ini yang sangat merugikan bangsa kita, walaupun itu rendah tetapi bila dikalikan banyak maka akan mendapatkan keuntungan haram yang cukup besar,” katanya.

Untuk diketahui, Mentan RI Syahrul Yasin Limpo yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, di Luwu Utara dan Luwu Timur beberapa waktu lalu, turut memberikan dukungannya terhadap kandidat di dua daerah tersebut.

Di Luwu Utara, dihadapan Calon Bupati usungan Partai Nasdem Thahar Rum, Syahrul bahkan menjanjikan sejumlah bantuan seperti satu unit excavator besar, beberapa unit hand traktor, bibit jagung untuk lahan 1.000 hektare, dan 100 ribu bibit tanaman kakao.

Sementara di Luwu Timur, Calon Bupati usungan Partai besutan Surya Paloh itu, Irwan Bahri Syam dan Andi Rio Patiwiri mengaku jika program pupuk gratis yang mereka janjikan sudah mendapat jaminan dan komitmen dari Mentan RI.

Sekedar diketahui, Ahmad M Ali sekaligus anggota Komisi IV DPR RI dan Rusdi Masse Mappasessu sekaligus anggota Komisi III DPR RI, merupakan kolega dekat dari Syahrul. Mereka berdua pernah memanggil para importir buah untuk membicarakan kuota impor dan harganya.

Diketahui, untuk buah, mereka mematok pungutan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram.

Padahal, Ahmad M Ali duduk di komisi yang membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, dan kelautan sedangkan Rusdi Masse Mappasessu duduk di komisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Seorang importir bercerita, pengaturan kuota itu dirancang di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, pada 5 Maret 2020 lalu.

Dalam pertemuan itu, Ahmad M Ali dan Rusdi Masse Mappasessu sekaligus Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel turut memanggil pejabat eselon di Kementerian Pertanian dan si pejabat itu mengetik sendiri kuota impor.

Hal itu diungkap Majalah Tempo dalam laporan investigasinya berjudul “Jatah Preman Buah Impor” yang diterbitkan pada pekan ini.(*)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Tetap Solid, Milenial Wasuponda Siap Menangkan Paslon Ibas-Rio di Pilkada
Antisipasi Sengatan Politik Kerabat, KNPI Lutim Harap Penyelenggara Hindari Intervensi
Maju Pilkada Lutim, Calon Perseorangan Minimal Butuh 18.945 KTP-el
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kepala OPD dan Aparat Perencana di Luwu Timur Bimtek SIPD
Next Article Begini Penampakan Bibir Pantai Lampia Usai Gotong Royong Pemdes Harapan
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?