Tokoh Masyarakat Bantah Isu SARA di Konflik Lebang-Lappo

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga membantah isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam konflik Lebang-Lappo yang kembali memanas beberapa waktu terakhir.

Mereka menilai konflik Lebang-Lappo murni berkaitan dengan persoalan kenakalan remaja dan tidak berkaitan dengan perbedaan agama maupun kelompok masyarakat.

Kesepakatan tersebut muncul dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kecamatan Wara Barat bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan warga di Kantor Camat Wara Barat.

Tokoh masyarakat dan aparat berharap pelurusan informasi dapat menghentikan narasi liar yang berkembang di media sosial.

Ketua Forum Kerukunan Gereja (FKG) Kota Palopo, Yelfian Rumande, menegaskan konflik Lebang-Lappo tidak berkaitan dengan persoalan SARA.

Menurutnya, masyarakat perlu menghentikan narasi yang dapat memperkeruh situasi.

rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kecamatan Wara Barat bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan warga di Kantor Camat Wara Barat (Sumber: TBN Palopo)

“Permasalahan yang terjadi antara pemuda Lebang dan pemuda Lappo tidak ada kaitannya dengan SARA, melainkan murni kenakalan remaja,” ujarnya.

Perwakilan Kementerian Agama Kota Palopo, H Mikael, juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Ia mengatakan berbagai pihak terus berupaya meredam isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, Babinsa Kelurahan Lebang, Pembantu Letnan Satu (Peltu) Riadi, menegaskan kondisi di lapangan tidak seperti narasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, peran tokoh masyarakat dan keluarga sangat penting untuk menghentikan konflik.

Tokoh Dorong Dialog dan Libatkan Pemuda

Peserta rapat mengakui konflik Lebang-Lappo sudah berlangsung cukup lama.

Karena itu, mereka mendorong dialog yang lebih terbuka agar konflik tidak terus berulang.

Namun, upaya damai belum berjalan maksimal. Pemuda dari kedua kelompok tidak hadir dalam pertemuan meski panitia telah mengundang mereka.

rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kecamatan Wara Barat bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan warga di Kantor Camat Wara Barat (Sumber: TBN Palopo)

Peserta rapat kemudian mengusulkan pertemuan lanjutan yang menghadirkan tokoh pemuda dari kedua wilayah.

Tokoh masyarakat berharap langkah tersebut dapat membuka ruang dialog dan mencari solusi jangka panjang.

Selain itu, para orang tua juga diminta lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak kembali terlibat konflik yang meresahkan warga.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser