Luwu Utara Kekurangan Geobag, Kebutuhan Tembus 10 Ribu Unit

Asdhar
2 Min Read
Deputi BNPB Andi Eviana saat melakukann kunjungan ke Luwu Utara (Sumber: luwuutarakab.go.id)

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih membutuhkan sekitar 10 ribu geobag untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah terdampak.

Saat ini, jumlah geobag yang tersedia belum mencukupi kebutuhan lapangan. Banyak tanggul sungai, bantaran, dan titik rawan banjir masih memerlukan penguatan darurat.

Pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan itu saat menerima kunjungan lapangan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Geobag atau jumbo bag masih menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat tanggul dan menangani titik rawan banjir,” ujar Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.

Bupati menjelaskan, bantuan geobag yang tersedia saat ini baru sekitar 2.000 unit. Jumlah tersebut masih jauh dari total kebutuhan yang mencapai lebih dari 10 ribu unit.

Apa Itu Geobag?

Geobag merupakan karung jumbo berbahan geotekstil. Petugas biasanya mengisi karung tersebut dengan pasir, tanah, atau material lain.

Tim penanganan bencana memakai geobag untuk memperkuat tanggul sementara. Material ini juga membantu menahan erosi dan mengendalikan aliran air.

Petugas lapangan memakai geobag untuk melindungi jalan, permukiman, fasilitas umum, dan lahan pertanian dari dampak banjir.

Pemkab Luwu Utara menilai kebutuhan geobag masih tinggi. Sejumlah wilayah masih berpotensi terdampak jika hujan deras kembali turun.

Karena itu, pemerintah daerah meminta tambahan dukungan logistik dan material dari pemerintah pusat.

Pemkab berharap tambahan bantuan dapat mempercepat penguatan tanggul dan penanganan titik rawan banjir.

BNPB Salurkan Bantuan

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, memastikan hasil peninjauan lapangan akan segera dilaporkan ke tingkat pusat.

Dalam kunjungan tersebut, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik darurat melalui Dana Siap Pakai (DSP) Tahun 2026.

BNPB menyerahkan 200 paket sembako, 200 matras, 100 kasur lipat, 100 paket makanan siap saji, 100 family kit, 100 selimut, dan 2.000 unit geobag.

Saat ini, status tanggap darurat banjir di Luwu Utara masih berlangsung. Pemerintah daerah masih fokus memperbaiki infrastruktur darurat dan mengurangi risiko banjir susulan.

Besarnya kebutuhan geobag menunjukkan bahwa pemulihan pascabanjir belum selesai. Daerah ini masih membutuhkan dukungan material untuk mempercepat mitigasi di titik rawan.

Share This Article