Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar resmi menggelar serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota Makassar dari Mohammad Ramdhan Pomanto kepada pasangan terpilih Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham di Gedung DPRD, Senin (3/3/2025).
Sertijab yang dilakukan melalui rapat paripurna ini menandai dimulainya masa kepemimpinan Mulia—akronim dari Munafri–Aliyah—untuk periode 2025–2030.
Ketua DPRD Makassar, Supratman, menjelaskan bahwa rapat paripurna ini baru dapat digelar lantaran Wali Kota Munafri Arifuddin langsung mengikuti agenda retret usai pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Rapat ini mengagendakan serah terima jabatan secara resmi, dan selanjutnya kami meminta kepada wali kota dan wakilnya untuk segera menjalankan program sesuai visi-misinya,” ujar Supratman.
Secara simbolis, Munafri dan Aliyah menerima memori jabatan dari pemimpin sebelumnya, menandai peralihan kepemimpinan di Kota Makassar.
Setelah prosesi sertijab, Munafri memaparkan visi dan misi pemerintahan Mulia dalam sidang paripurna, yang akan menjadi pijakan arah pembangunan Makassar lima tahun ke depan.
Dalam pidatonya, Munafri menyampaikan apresiasi atas dedikasi Mohammad Ramdhan Pomanto selama menjabat, yang dinilai telah membawa Kota Makassar bersaing di level nasional dan internasional.
“Apa yang telah dikerjakan selama masa kepemimpinan Bapak Ramdhan Pomanto akan menjadi estafet penting dalam melanjutkan pembangunan Makassar,” ucap Munafri.
Dia juga berharap segala pencapaian pemerintahan sebelumnya dapat menjadi catatan keberlanjutan, sekaligus amal jariyah bagi Danny Pomanto dan keluarga.
Dengan dimulainya era kepemimpinan Mulia, publik Makassar menanti gebrakan baru yang mampu menjawab tantangan kota metropolitan yang semakin kompleks.







