Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, Pemkab Luwu Timur terfokus pada mengembangkan Program Desa Mandiri Pangan serta Program Percepatan Pola Komsumsi Pangan (P2KP).
Pasalnya kedua program ini merupakan lokomotif Ketahanan Pangan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Pedesaan.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Thorig Husler saat membuka rapat dewan ketahanan pangan yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Rabu (10/12) kemarin.
Kegiatan yang bertemakan “Pembangunan Pangan Yang Berkeadilan dan Bermartabat Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Gizi Seimbang” diikuti beberapa SKPD terkait, penyuluh pertanian dan masyarakat.
Lanjut Husler, Ketahanan Pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di Luwu Timur yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sejak Tahun 2011 sampai Tahun 2015 mendatang dimana sasaran utamanya memang difokuskan pada wilayah pedesaan.
Selain program desa mandiri pangan, beberapa program lainnya juga terus dikembangkan diantaranya meningkatkan kualitas konsumsi melalui pola komsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dan mengembangkan Rumah Pangan Lestari (RPL), hingga menjaga stabilitas produksi dan sumberdaya alam secara optimal termasuk pemanfaatan lahan pertanian non produktif.
Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Andi Polejiwa mengatakan tujuan yang ingin dicapai dari rapat ini untuk meningkatkan pemahaman pemerintah dan masyarakat tentang berbagai hambatan pemenuhan hak atas pangan dan strategi dalam melakukan percepatan percapaian sasaran swasembada 5 (lima) komoditas pangan pokok yaitu pencapaian swasembada beras, jagung berkelanjutan,swasembada kedelai, gula dan daging sapi pada tahun 2014 merupakan kebijakan nasional yang perlu ditindak lanjuti di daerah secara efektif, efisien, transparan dan akuntable.





