Pelaku pemukulan Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Lambu-Lambu, Yulius Tandi membantah jika disebut sumber masalah adalah hal sepele.
Pelaku, yang diketahui bernama Allu, saat dikonfirmasi via telepon mengaku dirinya spontan melakukan pemukulan karena kesal melihat ayahnya dan keponakannya terjatuh akibat di senggol mobil yang dikendarai Yulius.
Informasi jika dirinya memukul Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lambu-Lambu Kecamatan Wotu, Yulius Tandi lantaran hanya menyenggol barang miliknya dinilai tidak benar.
“Tidak mungkin gara-gara barang ji dia senggol saya langsung pukulki, saya jengkel karena ayah saya terjatuh bersama barang dan keponakan saya gara-gara ditabrak olehnya. Sekali lagi kalau cuma barang yang disenggol saya tidak senekat itu memukul kepala sekolah,” ungkap Allu.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Lambu-Lambu, Yulius Tandi yang coba dikonfirmasi terkait bantahan Allu juga ikut dibantah olehnya. Menurutnya, posisi ayahnya yakni Kades Bawalipu itu berada disebelah kanan mobil dan sedang berada diatas motor saat menyenggol barang yang ditumpuk ditepi jalan.
“Begini pak, seandainya saya tabrak pak Kepala Desa (Kades) dari depan pastinya kendaraan milik saya lecet didepan dan kades pun juga ikut luka. Tetapi kenyataannya yang rusak hanya bagian kanan bawah mobil saya (Sampobor) artinya memang yang saya senggol adalah barang yang berada dibawah tanah dan pemuda disitu juga kok banyak yang melihat,” ungkap Yulius.
Sebelumnya diberitakan, Yulius melaporkan Allu ke Mapolsek Wotu lantaran dirinya menjadi korban pemukulan. Kepada polisi, Yulius menyebut jika dirinya dipukul karena telah menyenggol barang milik pelaku saat sedang menunggu mobil tujuan Makassar.
Kasus ini tengah ditangani oleh Mapolsek Wotu. Sementara pihak korban sudah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Alpian Alwi





