PT Vale Absen dalam Rapat Reroute, DPRD Luwu Timur Layangkan Protes

Asdhar
3 Min Read
Komisi III DPRD Luwu Timur menggelar rapat dengar pendapat sebagai tindak lanjut persoalan reroute pipa minyak di Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, (Sumber: ist)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Komisi III DPRD Luwu Timur memprotes ketidakhadiran PT Vale Indonesia dalam rapat tindak lanjut persoalan reroute pipa minyak di Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Senin (28/9/2026).

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Muh. Rivaldi, mengecam ketidakhadiran perusahaan dalam rapat yang telah dijadwalkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tersebut.

Rapat berlangsung pukul 13.30 WITA di Aula Kecamatan Wasuponda. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut kesepakatan saat DPRD bersama masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan PT Vale meninjau lokasi proyek pada 21 September 2026.

Dalam peninjauan tersebut, para pihak sepakat membahas kembali persoalan reroute pipa minyak melalui rapat bersama. Pekerjaan pemasangan pipa juga disepakati dihentikan sementara hingga ditemukan titik temu.

Namun, PT Vale tidak hadir dalam rapat yang telah dijadwalkan tersebut. Kondisi itu memicu protes dari pimpinan Komisi III DPRD Luwu Timur.

Rivaldi menilai ketidakhadiran perusahaan tidak menghargai kesepakatan yang telah dibuat bersama. Ia juga mempersoalkan apabila perusahaan meminta penundaan rapat secara sepihak.

“Ketidakhadiran PT Vale Indonesia di rapat ini adalah bentuk sikap kesewenang-wenangannya. Karena, rapat hari ini adalah kesepakatan bersama untuk dilaksanakan. Ini tidak bisa sepihak meminta waktu pertemuan diundur,” tegas Rivaldi.

Menurutnya, rapat tersebut bukan agenda sepihak DPRD maupun pemerintah daerah. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan seluruh pihak setelah peninjauan langsung di lokasi proyek.

Rapat Tetap Berlangsung Tanpa PT Vale

Meski perusahaan tidak hadir, rapat tetap berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat Balambano.

Sejumlah pihak yang hadir di antaranya Sekretaris Camat Wasuponda, Kepala Desa Balambano, kepala dusun, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan warga setempat.

Anggota DPRD Luwu Timur, Andi Ahmad, turut menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran PT Vale dalam pertemuan tersebut.

Sebagai anggota DPRD dari daerah pemilihan Wasuponda, Andi Ahmad menilai sikap perusahaan tersebut tidak menunjukkan penghargaan terhadap pemerintah daerah.

“Saya sebagai anggota DPRD dari dapil Wasuponda ini juga meluapkan kekecewaan kepada PT Vale Indonesia. Ini betul-betul secara terang-terangan tidak menghargai Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur,” ujar Andi Ahmad.

Persoalan reroute pipa minyak PT Vale di Balambano sebelumnya mencuat karena masyarakat mempersoalkan rencana titik pemasangan pipa, sosialisasi, aspek lingkungan, serta keselamatan jalur pipa.

Dalam peninjauan pada 21 September lalu, masyarakat meminta agar pekerjaan tidak dilanjutkan sebelum ada pembahasan bersama dan kesepakatan mengenai persoalan tersebut.

PT Vale sebelumnya menyatakan akan menghentikan sementara pekerjaan dan menjadwalkan pertemuan dengan masyarakat untuk mencari titik temu.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser