LUWURAYA.COM — Sekretaris DPRD Luwu Timur, Alamsyah Perkesi, mengingatkan seluruh pegawai memahami mekanisme penyusunan dan penerapan e-Kinerja harian. Sistem tersebut menjadi salah satu dasar perhitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Penegasan itu disampaikan Alamsyah saat membuka sosialisasi penyusunan dan penerapan kinerja harian di lingkungan Sekretariat DPRD Luwu Timur, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pejabat dan staf Sekretariat DPRD Luwu Timur. Sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman pegawai mengenai mekanisme pengisian, pelaporan, dan pemenuhan kinerja harian melalui sistem e-Kinerja.
Alamsyah meminta peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan sebagai formalitas. Ia mendorong seluruh pegawai memanfaatkan sosialisasi tersebut untuk berdiskusi dan memahami setiap tahapan penyusunan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Kenapa sosialisasi ini dilakukan? Karena salah satu dasar perhitungan TPP adalah kinerja harian. Karena itu, kita harus memahami mekanismenya dengan baik dan memastikan seluruh kewajiban kinerja dapat dipenuhi,” tegas Alamsyah.
Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme e-Kinerja diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam penyusunan maupun penginputan kegiatan harian. Setiap pegawai diharapkan mencatat dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya secara tepat melalui sistem yang telah ditetapkan.
Alamsyah juga mengingatkan pentingnya mencatat seluruh kegiatan kedinasan, termasuk kegiatan seremonial yang memiliki nilai strategis dan berkaitan dengan pelaksanaan tugas aparatur.
“Kegiatan yang penting dan memang perlu kita hadiri dalam rangka pelaksanaan tugas jangan sampai tidak tercatat dalam kinerja. Namun, semuanya harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan. Kita bukan yang mengendalikan sistem, tetapi sistem itulah yang menjadi dasar dalam proses tersebut,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Subbagian Umum Sekretariat DPRD Luwu Timur turut memberikan materi mengenai penyusunan dan penerapan e-Kinerja harian sebelum dilakukan penginputan ke dalam sistem.
Materi yang disampaikan mencakup penyusunan uraian kegiatan, penetapan output, serta penerapan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing pegawai.
Alamsyah berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih disiplin, terukur, dan akuntabel di lingkungan Sekretariat DPRD Luwu Timur.
Ia menegaskan, e-Kinerja tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban administratif untuk memenuhi persyaratan memperoleh TPP. Sistem tersebut juga perlu menjadi instrumen untuk mengukur kontribusi, produktivitas, dan tanggung jawab setiap aparatur.
“Saya berharap setelah sosialisasi ini tidak ada lagi pegawai yang hanya mengetahui kewajiban menginput kinerja, tetapi belum memahami substansi dari apa yang dilaporkan. Kinerja yang kita input harus benar-benar mencerminkan pekerjaan yang kita laksanakan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Alamsyah.
Ia menambahkan, kedisiplinan dalam menyusun dan melaporkan kinerja harian merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalisme aparatur serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Sekretariat DPRD Luwu Timur.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

