DPRD Kabupaten Luwu Utara meminta kepada Pemerintah agar mempertimbangkan secara cermat permintaan pihak Bandara Andi Jemma yang berencana memperpanjang run way Bandara Andi Djemma dari 900 meter menjadi minimal 1.300 meter. Hal itu diperlukan karena letaknya berada tepat di jantung ibu kota kabupaten, Kota Masamba.
“Pemkab harus mencermati hal ini, karena ada dua hal yang perlu diperhatikan. Bila tidak diperpanjang maka akan menggangu kesinambungan penerbagan ke daerah terpencil seperti ke Kecamatan Rampi dan Seko yang berdampak pada percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat di dua kecamatan tersebut. Dan bila hendak di perpanjang, apakah sudah siap anggaran pembebasan lahannya dan apakah bisa di perpanjang Run Way bandara yang saat ini ada di Kota Masamba,” kata Anggota DPRD Lutra, Mahfud Yunus, Kamis (18/4/13).
Menurutnya permasalahan bandara Andi jemma ini harus mulai saat ini dicari solusi terbaiknya agar keberadaan bandara Andi jemma tetap diperlukan demi percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat di Lutra.
“Keberadaan bandara ini jelas sangat berimbas pada perekonomian masyarakat yang berada di daerah pedalaman. Maklum, segala kebutuhan hidup masyarakat di sana bergantung dari Bandara ini karena transportasi darat belum bisa di harapkan,” ujarnya.
Sementar itu, Kepala Bandara Andi Djemma, Fuadani ST yang dikonfirmasi mengatakan, untuk kesinambungan penerbangan menuju daerah terpencil seperti Rampi dan Seko, kebijakan yang harus segera diambil adalah memperpanjang run way atau landasan Bandara Andi Djemma dari 900 meter menjadi minimal 1.300 meter.
“Tentunya, Pemkab Luwu Utara harus menyiapkan dana untuk pembebasan lahan. Jika lahannya sudah siap kami siap saja membangun. Solusi kedua yang ditawarkan adalah membangun Bandara baru jika Bandara Andi Djemma tidak memungkinkan untuk diperpanjang. Tentunya, butuh biaya lebih besar lagi,” kata Fuadani.
Sementara Sekertaris Daerah Luwu Utara, Mujahidin Ibrahim belum lama ini mengatakan tidak layak memperpanjang landasa Bandara Andi Djemma apalagi letaknya berada ditenga Kota Masamba.
Untuk pembangunan Bandara baru, Mujahidin mengaku Pemkab tidak memiliki anggaran untuk membebaskan. Sekda menawarkan tukar guling Bandara Andi Djemma. “Untuk perpanjangan saya kira sudah tidak layak, kita harapkan adalah kebijakan tukar guling lokasi,” katanya.
Arief Abadi




