Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Kabupaten Luwu Timur menilai jika Studi banding program Building Better Budget Women And The Poor Organisasi PKK tahun anggaran 2013 sebesar Rp 700 juta merupakan langkah pemborosan anggaran.
“Seandainya dana Rp 700 juta tersebut dijadikan raskin bagi penduduk miskin di Luwu Timur betapa bersyukurnya.” Ungkap Yamin, Koordinator Kopel Luwu Timur.
Menurut Yamin, program Building Better Budget Women And The Poor, dimana Organisasi PKK yang mendapat sokongan dana APBD ( Bansos ) pada tahun 2011, 2012 dan 2013 sebesar 500 Juta per tahun dan APBDes ( ADD ) yang besarannya berpariasi anatara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta setiap tahun. Olehnya itu anggaran tersebut sangat perlu di pertanyakan sebab kegiatan yang di lakukan memenuhi tuntutan Permendagri Nomor 5 Tahun 2007.
Selain Kopel, Ketua Karang taruna Desa Balantang, Rifal juga menyayangkan adanya beberapa desa yang terpaksa memangkas Alokasi Dana Karang Taruna demi untuk kebutuhan studi banding salah satunya di Desa Balantang Kecamatan Malili.
“Kegiatan karang taruna di Desa Balantang sangat jelas dan bermanfaat untuk masyarakat. Yang disayangkan anggaran tersebut malah dikurangi,” Ungkap Rifal
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan, Masyarakat, Perempuan dan desa (BPMPD) Kabupaten Luwu Timur, Andi Tabacina yang dikonfirmasi luwuraya.com, Selasa (14/05/13) pagi tadi mengatakan studi banding yang akan dilakukan oleh PKK tanggal 19 -25 Mei 2013 mendatang di Bali bukan merupakan sekedar menghambur -hamburkan dana. Tujuan utama dalam studi tersebut adalah ingin mengembangkan wawasan, sebagai pembanding dengan PKK di Luwu Timur. nantinya hal positif seperti kreatifitas yang didapatkan pada saat studi banding dapat diterapkan di desa masing – masing.
“ Tidak ada niat untuk menghamburkan anggaran, semata – mata untuk mengembangkan wawasan dan perubahan – perubahan pola pikir. Toh kalau itu memakai anggaran, belajar kan perlu pengorbanan, perlu pengeluaran yang penting pengeluaran sebanding dengan apa yang didapatkan yaitu ilmu dan pengalaman.” Ungkap Andi Tabacina yang juga sebagai Leading Sektor PKK Luwu Timur.(*)
Alpian Alwi




