Konflik antar warga Desa Buangin dan Desa Torpedo Jaya, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), kembali memakan korban. Kali ini satu anggota TNI, Sertu Lasarus terpaksa dilarikan ke RSUD Andi Jemma Masamba, karena terkena tembakan senjata rakitan tradisional jenis papporo saat menghalau warga Desa Torpedo Jaya yang hendak menyerang ke Desa Buangin.
“Pagi itu, saat pemuda Torpedo Jaya berencana menyerang dan berhasil dihalau aparat keamanan yang bersiaga di perbatasan desa. Satu orang personil TNI, yang juga merupakan Babinsa di Desa itu, Sertu Lasarus terkena peluru dari senjata rakitan paporro pada selangkangannya,” kata kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto pada Luwuraya.com, Minggu (19/5/13).
Menurutnya peluru yang mengenai Sertu Lasarus merupakan potongan besi yang dijadikan amunisi pada senjata rakitan papporo dan beruntung yang mengenai Sertu Lasarus pada selangkangannya merupakan peluru yang mantul dari aspal sehingga tidak membuat luka begitu serius. “Beruntung yang mengenai Sertu Lasarus adalah potongan besi dari rekoset (pantulan) yang ditembakkan dari senjata rakitan. Saat ini potongan besi itu telah diangkat namun beliau masih harus menjalani perawatan,” kata Hery.
Seperti yang diberitakan, Sabtu (18/5/13) pagi, puluhan warga Desa Torpedo Jaya dengan menenteng beragam senjata, seperti parang, tombak, badik, busur bahkan senjata rakitan Papporo yang hendak menyerang ke Desa Buangin berhasil dihalau aparat kepolisian dan personil TNI yang sedang berjaga-jaga di perbatasan desa hingga bentrok kedua warga desa tersebut tak terjadi.
Informasi yang dihimpun Luwuraya.com, rencana penyerangan warga Desa Torpedo Jaya disebabkan rasa kekecewaan warga dikarenakan pelaku penikaman, Bet (28) warga Desa Buangin terhadap Buyung Alias Tejo (22) warga Desa Torpedo Jaya hingga tewas pada Senin (6/5/13), sampai saat ini belum juga tertangkap.
Arief Abadi




