Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu, sejumlah tokoh masyarakat di Luwu Timur mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku penimbunan BBM yang ditengarai marak.
“Sebelum kenaikan harga, praktik penimbunan BBM sudah mulai Marak, apalagi menjelang kenaikan dalam waktu dekat. Makanya kami minta aparat kepolisian untuk menertibkan prkatik kecurangan ini,” pinta Mursalim, tokoh masyarakat Mangkutana.
Desakan serupa juga dikatakan, Imran warga Kecamatan Wotu yang mensinyalir adanya kerjasama pihak SPBU dengan pengecer dan sejumlah oknum membeli BBM dalam jumlah besar.
“Para spekulan ini kemudian melakukan penampungan dengan menggunakan puluhan drum berisi premium dan solar sambil menunggu kenaikan harga,” tutur Imran.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana kepada wartawan, Senin (17/06/13) siang tadi menjelaskan pihaknya telah melancarkan operasi dian sejak tanggal 10 Juni kemarin hingga sebulan mendatang.
“Operasi Dian ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Luwu Timur dengan sasaran menyisir penimbunan BBM, serta oknum yang memodifikasi tangki. Operasi ini juga ditujukan dengan target oknum pembeli BBM yang melakukan pembelian secara tidak wajar. polisi juga mengintensifkan operasi pada pengoplos BBM,” papar Kapolres Rio.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak digelarnya operasi Dian, aparat kepolisian resort Luwu Timur berhasil menggagalkan praktik penimbunan BBM di sejumlah SPBU berikut barang bukti.(*)
Alpian Alwi




