Jika di daerah lain, antrian kendaraan sudah tidak tampak pasca kenaikan harga BBM diterapkan oleh pemerintah, namun justru di Luwu Timur antrian kendaraan masih tetap terlihat. Tidak hanya antrian kendaraan, warga yang mengisi dengan menggunakan jerigen pun juga banyak.
Pantauan luwuraya.com, antrian kendaraan terjadi sejak pagi tadi itu diawasi dengan ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Mesti dilakukan pengawasan oleh Satpol-PP, namun pengisian jerigen masih tetap didahulukan.
Salah seorang anggota Satpol-PP Anjol Johari yang ditemui luwuraya.com, Sabtu (22/06/13) pagi tadi mengatakan dirinya tidak berani menegur masyarakat yang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) melalui jergen di SPBU Wotu sebab dinilai masyarakat di sekitar wotu terkenal nakal.
“Kalau ditegur langsung kata-kata kasar yang keluar jadi dibiarkan saja,” ungkap Anjol yang ditugaskan untuk mengawasi SPBU Wotu.
Sementara itu, Ilham warga Desa Lampenai Kecamatan Wotu disela-sela antrian mengatakan seharusnya tidak ada lagi antrian yang terjadi karena Pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Alpian Alwi




