Gembok milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dipastikan akan ikut terpasang di kotak suara Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Luwu yang akan digelar tanggal 18 September mendatang, hal tersebut diungkapkan Kapolda Sulselbar, Irjenpol, Burhanuddin Andi di hadapan ratusan tokoh masyarakt dan tokoh pemuda serta unsur Muspida Kabupaten Luwu di acara tatap muka di Aula kantor Bappeda Luwu, Selasa (23/07/13).
Burhanuddin mengatakan, gembok dari polisi akan ikut dipasang di kotak suara, sehingga jumlah gembok kotak suara lebih dari satu gembok. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pihak Kepolisian menjamin tidak terjadinya kecurangan pada Pemilukada Luwu nanti.
“Gembok Polri itu hanya dapat dibuka oleh anggota Polisi, jadi tidak boleh dibuka kalau tidak disaksikan polisi, kami sadari hal itu bukan jaminan, tapi setidaknya kami berupaya melakukan yang terbaik untuk kedamaian Luwu ini,” kata Burhanuddin.
Mantan Kapolwiltabes Parepare ini mengaku sangat khawatir dengan pelaksanaan Pemilukada Luwu nanti, kunjungannya ke Kabupaten Luwu merupakan agenda perioritas dilakukan, mengigat Luwu adalah bagian dari Kota Palopo yang pelaksanaan Pemilukadanya baru-baru ini terjadi kerusuhan yang menyebabkan terbakarnya sejumlah kantor milik Pemerintah.
“Saya sangat khawatir dengan Pemilukada Luwu ini, Palopo sudah rusuh, dan aktor intelektualnya sudah ditangkap, kita semua harus ingat bahwa yang dikejar adalah masalah dunia, kita jangan lupa diri, ayo kita damai,” ungkapnya.
Rencananya, Kapolda akan berada di Kabupaten Luwu pada saat hari pelaksanaan pemungutan suara di Luwu nanti, seluruh pasangan calon Bupati Luwu akan dikumpulkan dan diajak melakukan dzikir bersama di masjid, mendoakan agar Pemilukada berlangsung dengan tertib dan damai.(*)
Haswadi




