Pelaksanaan Tax Goes to School (TGTS) yang digelar oleh Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Masamba di sejumlah sekolah di Luwu Utara ternyata menyedot perhatian sejumlah siswa. Bahkan, tidak sedikit siswa yang mempertanyakan secara detail pengelolaan dan penyaluran pajak yang dipungut dari masyarakat, termasuk kebocoran dana pajak.
Kepala KP2KP Masamba, Mustadir mengatakan antusias siswa atas kegiatan ini cukup besar, apalagi TGTS ini digelar dengan menyertakan sejumlah kegiatan hiburan seperti permainan kuis edukasi, lomba karaoke dan joget ala Caesar.
“Pemahaman peserta mengenai pajak diluar ekspektasi, dimana terungkap pada setiap sesi tanya jawab yang sangat tajam pada setiap pertanyaannya,” ujar Mustadir.
Sorotan para pelajar pada beberapa masalah seperti keseriusan pembenahan organisasi Direktorat Jenderal Pajak sebagai instansi yang menjadi pilot project reformasi birokrasi di Indonesia, di mana masih banyak oknum-oknum pegawai pajak yang tersangkut masalah hukum.
“Beberapa pertanyaan siswa juga menyorot pada kebocoran dalam penggunaan dana pajak, seperti penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran, proyek berbau mark-up dan sebagainya,” ungkapnya.
Menurutnya, Salah satu slogan pajak adalah ‘Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya’ dapat menjadi pegangan kita sebagai warga negara yang berhak menikmati penggunaan dana pajak ini. Peran serta masyarakat dalam mengawasi penggunaan dana pajak mutlak harus ada untuk mempersempit ruang KKN, Direktorat Jenderal Pajak bertugas mengumpulkan dana pajak dari Wajib Pajak.
Dia menjelaskan, sangat beralasan jika para pembayar pajak memiliki hak untuk mengontrol penggunaan dana pajak ini. “Jalanan itu milik para pembayar pajak, jembatan itu juga. Jangankan yang bayar pajak, belum bayar pajak saja seharusnya merasa memiliki hak. Selanjutnya siapa yang mengelola penggunaan dana pajak ini, tentu kementerian teknis atau badan yang terkait program-program pemerintah. Awasi jalannya program-program itu,” tegas Mustadir.
Rls/Asdhar




