Menarik apa yang disampaikan Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Luwu Utara, Alauddin Sukri. Katanya, ke depan, pembangunan lumbung pangan akan diprioritaskan pada daerah-daerah yang rawan terkena bencana banjir.
Seperti diketahui, ada beberapa daerah di Kabupaten Luwu Utara yang memang sering menjadi langganan banjir ketika curah hujan tinggi, seperti di daerah Malangke dan sekitarnya.
Menurut Alauddin, dalam forum diskusi kerawanan pangan yang digelar BAPPEDA beberapa waktu lalu telah disepakati akan memprioritaskan pembangunan lumbung pangan mendatang pada daerah-daerah yang memang menjadi langganan banjir.
“Insya Allah, ke depan semua daerah rawan pangan harus ada lumbung pangannya, utamanya daerah yang rawan banjir,” ungkap Alauddin di hadapan jajaran pejabat dan staf BKP3.
Alauddin menambahkan, keberadaan lumbung pangan sangat penting untuk mengatasi terjadinya kerawanan pangan akibat bencana alam. Saat terjadi paceklik, maka lumbung pangan inilah yang akan bertindak sebagai penyelamat.
Itulah sebabnya, lanjut Alauddin, forum diskusi kerawanan pangan fokus membicarakan soal pembangunan lumbung pangan pada daerah-daerah rawan pangan. Bahkan katanya, semua daerah rawan pangan harus ada lumbung pangannya.
“Lumbung pangan ini sangat penting, karena dia akan bertindak sebagai penyelamat di saat terjadi musim paceklik. Nah, pada forum diskusi kerawanan paangan yang saya hadiri kemarin itu fokus membicarakan soal pembangunan lumbung pangan di seluruh wilayah atau daerah yang rawan pangan,” punglas Alauddin.




