Sejumlah massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Masyarakat Luwu Utara (Pemalu) mendesak Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba untuk mundur dari jabatannya. Demonstrasi ini berlangsung di depan RSUD Andi Djemma Masamba berlanjut ke Kantor DPRD Luwu Utara.
Desakan mundur itu, menyusul kurang profesionalnya pelayanan RSUD Andi Djemma kepada pasien, terutama bagi pasien ekonomi bawah yang menggunakan layanan Jamkesmas dan Jamkesda. Salah seorang demonstran, Fery mengatakan perilaku dokter serta perawat di RSUD Andi Djemma sangat menganak tirikan pasien dari kelas ekonomi bawah.
Dia mencontohkan, untuk ruang rawat inap pasien Jamkesmas dan Jamkesda, masih di bawah standar sehat.
“Dinding ruangan yang kotor, bak penampungan air yang kotor bahkan di kolong ranjang pasien menjadi sarang berkumpulnya nyamuk dan belum pernah sekalipun dilakukan foging sehingga banyaknya pasien yang mengeluh atas pelayanan yang dirasakan pada saat menjalani rawat inap di RSUD Andi Djemma Masamba,” ujar Fery.
Belum lagi, perilaku dokter dan perawat yang tidak memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, dan terkesan tidak sepenuh hati dalam menjalankan tugas mereka.
Menurutnya, keluhan pasien sebenarnya sudah lama terjadi, namun kerap tidak mendapat tanggapan dari pengelola rumah sakit.
“Layanan kesehatan merupakan hal yang sangat eksklusif dan sesuatu yang sangat mahal harganya, seolah-olah milik orang kaya saja,dan masyarakat yang miskin dilarang sakit,” keluh Fery.
Aksi unjuk rasa ini mendapat tanggapan dari DPRD setempat yang akan melakukan pertemuan dengan Pemerintah kabupaten Luwu Utara dan pihak RSUD Andi Djemma.




