Pihak DPRD Luwu Utara sebenarnya sudah beberapa kali memanggil pengelola RSUD Andi Djemma terkait keluhan masyarakat masalah pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu. Namun, keluhan itu tidak pernah mendapat tanggapan dari pihak RSUD Andi Djemma.
Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma mengatakan Senin (10/2/14) mendatang, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan menghadirkan jajaran RSUD Andi Djemma, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Kepolisian, dan Kejaksaan. Pertemuan itu rencananya untuk meminta jawaban dari pengelola rumah sakit terkait banyaknya keluhan masyarakat atas pelayanan di RSUD Andi Djemma.
“Sebenarnya kami sudah beberapa kali mengirimkan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terkait temuan kami di lapangan, yang menunjukkan banyaknya keluhan dari masyarakat atas pelayanan RSUD Andi Djemma, namun kami tidak tahu apakah rekomendasi itu ditindak lanjuti pemerintah atau tidak,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com, pihak DPRD Luwu Utara sebenarnya akan menghadirkan pengelola RSUD Andi Djemma untuk ikut menerima aspirasi dalam demonstrasi masyarakat yang digelar siang tadi. Namun, entah karena alasan apa, pengeloa RSUD Andi Djemma tidak ada yang hadir, sehingga pertemuan itu ditunda hingga Senin (10/2/14) mendatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Masyarakat Luwu Utara (Pemalu) mendesak Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba untuk mundur dari jabatannya. Demonstrasi ini berlangsung di depan RSUD Andi Djemma Masamba berlanjut ke Kantor DPRD Luwu Utara.
Desakan mundur itu, menyusul kurang profesionalnya pelayanan RSUD Andi Djemma kepada pasien, terutama bagi pasien ekonomi bawah yang menggunakan layanan Jamkesmas dan Jamkesda. Salah seorang demonstran, Fery mengatakan perilaku dokter serta perawat di RSUD Andi Djemma sangat menganak tirikan pasien dari kelas ekonomi bawah.
Untuk diketahui, RSUD Andi Djemma sendiri diresmikan pada 18 Januari 1990, dan saat ini dipimpin oleh drg Marhani Katma Mars, dengan kapasitas rawat inap mendapai 100 tempat tidur.




