Pengguna jejaring sosial facebook tampaknya perlu berhati-hati. Pasalnya, belakangan ini muncul sebuah akun palsu yang mengatas namakan M Judas Amir, Wali Kota Palopo yang beralamat di www.facebook.com/JudasAmir01.
Kepala Bagian Humas Pemkot Palopo, Baso Akhmad, menyatakan bahwa akun M Judas Amir pada facebook yang beberapa hari ini sangat aktif menyapa para facebooker adalah merupakan akun palsu atau abal-abal. Menurut Baso, Wali Kota Palopo hingga saat ini belum memiliki akun resmi di facebook, maupun di twitter.
“Dapat kami sampaikan bahwa Wali Kota Palopo belum memiliki akun pada facebook maupun media sosial lainnya. Saat ini, Wali Kota masih menggunakan fanpage Humas Pemkot Palopo pada facebook, untuk menjaring aspirasi warga Palopo jika ingin menyampaikan masukan, kritik dan keluhan atas pelayanan public,” jelasnya.
Selain itu, Baso Akhmad juga menyatakan bahwa Bagian Humas juga memiliki akun resmi di twitter yang dapat digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan Wali Kota Palopo. Menurutnya akun @HumasPalopo hingga saat ini sudah sering menindaklanjuti pertanyaan, masukan dan kritik yang disampaikan oleh warga Palopo. Baso Akhmad menambahkan bahwa segala saran, pertanyaan dan kritik tersebut senantiasa dirinya sampaikan kepada Wali Kota Palopo.
“Sebagai leading sector dalam melakukan hubungan langsung dengan masyarakat, kami memang bertanggungjawab menjadi corong pemerintah. Kami merespon segala macam keluhan, pertanyaan dan saran dari warga yang disampaikan melalui media sosial. Tidak semua memang harus diteruskan kepada Bapak Wali Kota. Hal-hal yang bisa ditangani langsung oleh Kepala Dinas, Badan atau Kantor lingkup Pemkot Palopo, langsung kami forward ke kepala dinas yang bersangkutan. Nanti kalau menyangkut kebijakan yang memang harus direspon oleh Wali Kota, barulah kami sampaikan kepada beliau. Sejauh ini, komunikasi warga Palopo melalui media sosial memang sangat efektif. Sudah banyak yang kami forward ke kepala dinas, dan itu langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com, kekinian akun yang teridentifikasi palsu itu saat ini telah memiliki pertemanan sebanyak 199 teman, dan mulai melakukan aktifitasnya sejak 29 Maret lalu.
Meski begitu, hingga kini belum ada laporan keberadaan akun palsu ini digunakan untuk melakukan tindak pidana atau lainnya. Meski begitu, Baso meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan keberadaan akun palsu ini.




