Suasana di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Palopo siang tadi tiba-tiba ricuh. Pasalnya, puluhan keluarga korban pembunuhan yang telah memadati kantor PN Palopo itu kecewa lantaran pihak pengadilan secara sepihak menunda pelaksanaan sidang yang sedianya akan digelar siang tadi.
Pantauan luwuraya.com, puluhan keluarga korban sudah mendatangi Kantor PN Palopo sejak pagi hari dengan menggunakan kendaraan roda empat. Setelah berjam-jam menunggu, pihak keluarga korban lantas melihat gelagat aneh, dimana persidangan 10 pelaku pembunuhan tidak kunjung digelar.
Kemarahan keluarga korban memuncak setelah melihat ke-10 pelaku lantas akan dinaikkan ke dalam mobil tahanan untuk dipulangkan ke Lapas. Suasana tiba-tiba memanas, sebab sejumlah keluarga korban berlarian menuju ke arah 10 terdakwa yang bakal dinaikkan ke mobil tahanan itu.
Salah seorang keluarga korban, Risma Rasyidin mengaku kecewa dengan pihak pengadilan lantaran membatalkan sepihak pelaksanaan sidang tersebut. Padahal, kehadiran keluarga korban di Kantor PN Palopo hanya untuk melihat dan memantau jalannya sidang.
“Kami hanya ingin mengawal jalannya sidang, demi mendapatkan kebenaran atas nyawa adik kami yang telah dibunuh oleh 10 pelaku itu. Kami berharap mereka dihukum mati juga sesuai dengan perbuatan mereka,” tegas Risma.
Pihak pengadilan sendiri memang mengaku sengaja membatalkan pelaksanaan sidang pembunuhan tersebut karena khawatir dengan kondisi yang tidak memungkinkan, mengingat jumlah personel kepolisian yang tengah berjaga sangat sedikit.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada Februari silam, dimana seorang pelajar di SMA Negeri 1 Bua, Faisal, tewas mengenaskan akibat dikeroyok oleh 10 orang pelajar lainnya yang masih satu sekolah dengan korban.
Kejadian ini berlangsung tak jauh dari SMA Negeri 1 Bua, dimana kondisi korban tewas di tempat dengan dada tertancap anak panah, dan kepala yang berlumuran darah. 10 pelaku itu sebenarnya ingin melampiaskan dendamnya, namun belakangan baru ketahuan, jika korban pengeroyokan itu adalah salah sasaran.




