Pasca insiden pembunuhan warga Desa Laba di Desa Rompu, situasi kemanan di daerah tersebut memanas. Hal ini menyebabkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara bersama pihak Panwaslu dan Kepolisian Resor Luwu Utara melakukan penarikan sementara logistik pemilu di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Rompu, Kecamatan Masamba.
Ketua KPU Luwu Utara, Suprianto mengatakan tindakan penarikan sementara logistic pemilu itu dilakukan guna menghindari terjadinya pengrusakan atau upaya lainnya yang dapat membatalkan jalannya pemungutan suara di tiga desa itu, mengingat situasi di Desa Rompu yang tidak kondusif.
Meski begitu, Suprianto menegaskan pihaknya tetap menjamin pelaksanaan pemungutan suara di tiga TPS tersebut tetap akan dilaksanakan, dan distribusi logistik baru akan dilakukan pada pagi hari besok, Rabu (9/4/14).
“Besok pagi kami akan antarkan langsung ke TPS masing-masing, ketika kita lihat di Desa tersebut sudah aman agar warga bisa melakukan pencoblosan,” ujar Suprianto.
Seperti diberitakan sebelumnya, Situasi di perbatasan desa Rompu, dan Desa Laba di Kecamatan masamba, memanas. Hal itu dilator belakangi oleh tewasnya seorang warga Laba yang dikeroyok oleh sekelompok pemuda di Desa Rompu, Senin (7/4/14) sekitar pukul 19.30 Wita.
Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat Ropu (28) warga Desa Lama, yang sedang dalam perjalanan ke rumah istrinya di Desa Rompu., Saat berada di perbatasan kedua desa itu, Ropu yang mengendarai sepeda motor dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang duduk di tepi jalan.
Ropu yang merasa dilempari batu pun menghentikan motornya. Namun naas, kelompok pemuda yang melihat Ropu turun dari motor merasa ditantang, dan langsung mengeroyok korban hingga tewas. Saat kejadian, terdapat seorang saksi yang merupakan warga Desa Rompu yang berupaya melerai dan menolong korban, namun juga jadi korban keberingasan pelaku. Saksi yang masih dirahasiakan identitasnya oleh kepolisian itu pun menjadi korban kekerasan, sebab di bagian tangannya terdapat luka sabetan senjata tajam yang mengharunya dirinya dirawat di rumah sakit.
Polisi hingga kini masih mengejar sejumlah pelaku yang identitasnya telah diketahui.




