Penyidik kepolisian Mapolres Luwu Timur dalam dekat ini akan memeriksa sebanyak 403 orang tenaga honorer Kategori Dua (K2). Pemeriksaan ini dilakukan mengingat banyaknya pengaduan terkait adanya dugaan tenaga honorer yang lulus melalui Surat Keputusan (SK) bodong atau palsu.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) penerimaan tenaga honorer K2 dari Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Luwu Timur, Syahrir Sain sudah diperiksa oleh penyidik.
Dihadapan penyidik, Syahrir Sain mengatakan jika dirinya hanya menerima berkas honorer K2 ini berdasarkan usulan dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sementara dalam melakukan proses rekruitmen sampai dengan lulusnya honorer menjadi CPNS sudah sesuai dengan mekanisme.
“Kami pernah menyampaikan ke seluruh honorer agar melakukan pengaduan jika ada tenaga honorer yang keberatan saat mulai memasukkan berkas namun tidak ada yang melakukan pengaduan nanti pada saat pengumuman sudah ada baru mulai ada yang keberatan,” ungkap Syahrir.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana yang ditemui awak media, Kamis (17/04/14) mengatakan pemeriksaan ratusan tenaga honorer K2 ini berdasarkan adanya pengaduan terkait banyaknya honorer yang lulus masuk dengan memakai SK siluman atau bodong.
“Kasus dugaan SK siluman ini masih dalam tahap penyelidikan sementara penyidik dalam dekat ini akan memanggil seluruh tenaga honorer K2 untuk dimintai keterangan,” ungkap Rio.
Rio melanjutkan, seteleh PPK rekruitmen yang sudah dipanggil, Rabu (16/04/14) kemarin, kepala BKPPD Luwu Timur, Noviya Syahriani Syam juga akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan lulusnya tenaga honorer K2 ini yang memakai SK siluman. Selain itu, kepala SKPD pun juga berencana akan dimintai keterangan terkait penandatanganan SK tenaga honorer yang dikeluarkan.
“Selain honorer K2 dan PPK penerimaan juga Kepala BKPPD dan kepala SKPD di Luwu Timur juga berencana akan dimintai keterangan terkait dugaan tenaga honorer yang memakai SK siluman hingga honorer tersebut lulus,” ungkap Rio. (*)




