Hadirnya pemilu yang demokratis, jujur dan bersih, sangat tergantung dari bagaimana setiap penyelenggara pemilu dapat memahami tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga setiap tugas yang diamanahkan dapat dijalankan dengan baik.
Arahan ini disampaikan Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar saat mewakili Bupati dihadapan 381 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) saat membuka bimbingan teknis pengawasan pemilu presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 yang berlangsung di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Rabu(02/7).
“Bimtek ini ditujukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi PPL, agar nantinya dalam pelaksanaan tugas di lapangan mampu menjabarkan semua regulasi yang berkaitan dengan pelanggaran Pemilu dan cara penanganannya,” katanya.
Menurutnya, optimalnya peran PPL sebagai lini terdepan dalam menjalankan peran dan fungsinya bukan sekedar hanya bermanfaat untuk menjamin sukses dan lancarnya proses pemilu. Melainkan akan sangat menentukan kredibilitas penyelenggaraan pemilu tersebut sebagai sebuah proses pemilihan yang berlangsung adil, demokratis dan bersih
Intinya, kata Askar, koordinasi dengan seluruh komponen terkait lainnya, agar setiap permasalahan yang timbul dapat diantisipasi, dicegah dan dicarikan solusinya demi terlaksananya pemilu presiden dan wakil presiden yang demokratis.
Senada dengan pemerintah, Ketua Panwas Luwu Timur, Rahman Atja mengatakan selain harus memahami regulasi, para PPL juga harus percaya diri. Hasil evaluasi kami, para PPL masih banyak yang kurang percaya diri, bahkan ada beberapa yang kami dapati saat perhitungan suara berada disudut-sudut ruangan, terkesan seperti sembunyi.
Mestinya, kata Rahman, PPL harus mampu berkomonikasi dengan baik dengan para PPS maupun kepala desa di wilayahnya tugasnya masing-masing. “sebagai PPL, kalian harus sadar meski jabatan kalian sifatnya ad hoc, tapi kewenangan yang negara berikan sangat besar dalam mensukseskan pelaksanan pilpres,” jelasnya.
Ia menambahkan, Para PPL ini akan mengawasi 515 TPS di wilayah masing-masing. (hr/hms)




