Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah , Rusmawaty Bte Rusdin mengkritisi pernyataan Ketua PGRI Luwu Utara, Bahri yang menyatakan jika organisasi persatuan guru itu menyatakan mendukung Arifin Junaidi sebagai Bupati Luwu Utara periode mendatang.
Menurut akademisi yang berasal dari Luwu Utara ini, PGRI seharusnya merupakan organisasi yang sifatnya independen dan non partisipan, dan hal itu diatur dalam pasal 4, Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PGRI.
Dia pun menyarankan, agar PGRI Luwu Utara lebih konsen sebagai organisasi profesi melakukan pengabdian pada pemerintah dan masyarakat dengan berpijak pada kerangka sistem pendidikan nasional, terfokus dalam memperjuangkan harkat dan martabat guru, terdepan dalam mewujudkan profesionalisme guru serta terpanggil untuk ikut aktif membantu pemerintah meningkatkan profesionalisme guru Indonesia.
“Perlu diingat keanggota PGRI adalah para Guru, Dosen, Tenaga kepedidikan yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang harus menjaga netralitas dalam pemilukada sesuai Surat Edaran Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: SE/08/M.PAN/3/2005,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua PGRI Luwu Utara, Bahri memberikan dukungan kepada Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi untuk maju mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 mendatang.
“PGRI mendukung Bupati untuk maju kembali mencalonkan pada pemilihan tahun depan,” ungkap Bahri, Ketua PGRI Luwu Utara, pada acara Halal Bihalal yang digelar oleh PGRI dilapangan Baebunta, Jum’at (15/08/14) lalu.




