Isu kelangkaan gas elpiji atau LPG 3 kilogram (kg) di Kota Palopo, langsung mendapat respon dari PT Pertamina (Persero). Pasalnya, selama ini PT Pertamina mengklaim telah menyalurkan LPG 3 kg dalam jumlah yang cukup untuk pemasaran di Kota Palopo dan sekitarnya.
Melalui Humas PT Pertamina Region VII Sulawesi Selatan, Taufiq mengatakan jika selama ini suplai LPG untuk pemasaran di Luwu Raya disalurkan sebanyak 100 ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan LPG masyarakat di Luwu Raya.
“Tidak mungkin terjadi kelangkaan, kami rutin melakukan suplai ke wilayah Luwu Raya, sementara di Palopo sendiri terdapat dua Sentra Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), dengan jumlah agen LPG yang mencapai ratusan jumlahnya. Jadi kami tegaskan, kelangkaan itu hanya isu,” kata Taufiq.
Menurutnya, kelangkaan umumnya terjadi jika pemasokan gas LPG dari Pertaminan tidak lancar atau terjadi keterlambatan distribusi ke SPBE. “Selama ini lancar-lancar saja, tidak ada hambatan apapun yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Palopo, Karno juga membantah jika terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg. Dia menyebutkan, pasokan gas elpiji ke pengecer yang terdaftar masih normal.




