Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap pembangunan pertanian, sebanyak 14 kelompok tani (poktan) menerima bantuan14 unit hand traktor. Bantuan diserahkan langsung Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma disela-sela kegiatan penanaman padi perdana program perluasan sawah yang berlangsung di Desa Cendana Hijau Kecamatan Wotu, Sabtu (20/9) lalu.
Ke 14 Poktan penerima bantuan antara lain Salu Kunyi dan Mekar Jaya di kecamatan Burau, Menuju Makmur dan Catur Laba II di kecamatan Wotu, Harapan Baru di kecamatan Mangkutana, Jati Mulya I dan Gunung Mas di kecamatan Kalena, Mekar Jaya dikecamatan Tomoni, Tritunggal di kecamatan Tomoni Timur, Mertasari dan Harapan Maju di kecamatan
Angkona, Kali Dingin dan Mina Padi Manggis di kecamatan Wasuponda serta satu unit di kecamatan Towuti yakni Poktan Sola Siporannu.
Kepada Penerima bantuan, Hatta berharap bantuan handtraktor di manfaatkan dengan baik mulai dari perawatan, penggunaan alat dengan benar secara bersama-sama, agar pemanfaatan bantuan ini sesuai dengan tujuan pengunaannya dan jangan sampai timbul permasahan dalam kelompok.
Terkait program perluasan sawah, Hatta mengatakan kegiatan perluasan sawah yang dilakukan saat ini bertujuan untuk menambah luas baku lahan persawahan yang pada gilirannya diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produksi tanaman pangan khususnya komoditi padi.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Luwu Timur, Muharif mengatakan kegiatan perluasan sawah yang dialokasikan di Kabupaten Luwu Timur seluas 500 hektar dengan total anggaran sebesar Rp. 6.487.550.000, namun disebabkan adanya kebijakan penghematan anggaran oleh kementrian pertanian maka yang direaliasasikan hanya seluas 435,15 hektar dengan anggaran sebesar Rp 5.612.075.000 yang dikerjakan 23 kelompok tani di enam desa empat kecamatan.
Lanjutnya, ke empat kecamatan penerima program masing-masing, dua desa di Kecamatan Wotu yakni Desa lampenai seluas 66,55 ha digarap dua poktan, Desa Cendana Hijau seluas 18,75 ha dikerjakan satu poktan, kemudian dua desa di Kecamatan Angkona yakni Desa Lameto seluas 45,55 ha digara 2 poktan dan Desa Solo seluas 71,75 ha digarap 3 poktan.
Selanjutnya Desa Manurung Kecamatan Malili seluas 18,75 ha digarap satu poktan dan Desa Buangin Kecamatan Towuti seluas 231,80 ha.
“Kegiaatan ini merupakan tugas perbantuan satker Dinas Pertanian TPH Provinsi Sulsel yang bersumber dari APBN melalui Direktorat jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian TA 2014,” kunci Muharif.




