Dalam rangka memberikan pemahaman tentang penanggulangan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Savana menggelar Seminar sehari tentang Penanggulangan Narkotika dan HIV/AIDS.
Gerakan kepedulian kemanusiaan yang bertema “Satu Hati Memberantas Narkotika dan HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur” terselanggara atas kerjasama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Komisi Penanggulangan (KPA) Luwu Timur serta dukungan dari PT Vale Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Simpurusiang, Sabtu, (20/09) dibuka Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Askar dengan melibatkan peserta 3 aparat desa dan 2 Badan Perwakilan Desa (BPD) masing masing desa se Kabupaten Luwu Timur.
Direktur Eksekutif LSM Savana, Kurdin mengatakan bahwa seminar ini dilaksanakan guna memberikan pemahaman tentang penanggulangan bahaya Narkotika dan HIV/AIDS diwilayah kabupaten Luwu Timur yang setiap tahunnya bertambah, selain itu peserta juga diberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan cara pencegahan penyebaran virus yang menyerang kekebalan manusia.
Menurutnya, pelaksanaan seminar ini sangat bermamfat sebagai upaya perfentif mengatisipasi potensi yang ditimbulkan dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS yang penyebarannya semakin memprihatinkan.
“Target seminar ini agar para peserta yang mewakili desa bisa menyosialisasikan kembali didesanya masing masing sehingga generasi muda tahu tentang bahaya narkoba serta menghindari hal hal yang bisa menjadi penyebab penyebaran HIV/AIDS,” ungkap Savana.
Harapan senada disampaikan Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Askar bahwa upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba dan HIV/ AIDS seyogyanya menjadi tanggung jawab bersama, olehnya itu berbagai elemen masyarakat dihimbau untuk sama sama memberikan penyuluhan atau sosialisasi mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS.
Menurutnya, permasalahan narkoba dan HIV/Aids terus menjadi sesuatu yang bersifat urgen dana kompleks. Berdasarkan data dari BNK Luwu Timur jumlah kasus narkoba sebanyak kuranhg lebih 100 kasus sementara data dari KPA Luwu Timur menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS per Agustus 2014 tercatat 87 kasus.
“Namun saya tetap optimis dengan semakin meningkatnya aktivitas aktivitas positif seperti seminar yang digelar LSM Savana ini, dapat mengugah kesadaran masyarakat untuk menghidari penyalahgunaan narkoba, karena narkoba adalah salah satu media potensial bagi penularan HIV/AIDS,”ujar Askar.
Dikesempatan tersebut Askar juga menyampaikan bahwa tepat tanggal 15 september lalu, KPA Luwu Timur menerima penghargaan atas keberhasilan mendorong keterlibatan dunia usaha dalam program penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur yang diserahkan oleh Sekretaris KPA Nasional, Kemal N. Siregar di Makassar.
Usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialiasi yang menghadirkan narasumber antara lain dari Sat Narkoba Polres Luwu Timur, Dinas Kesehatan serta KPA Luwu Timur dengan menyampaikan berbagai materi berkaitan dengan narkoba dan HIV/AIDS.




