Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (PPP) bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi yang diikuti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan P3A Waesengayoka dalam rangka fasilitasi dan pendampingan Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISMP) II yang berlangsung di Aula Kantor Desa Koroncia Kecamatan Mangkutana, Kamis (16/10).
Staf Ahli Pembangunan, La Besse saat membuka rakor tersebut mengatakan pemerintah saat ini telah melakukan redefinisi tugas dan tanggung jawab kelembagaan pengelolaan irigasi dengan menempatkan P3A dan GP3A sebagi pelaku dan pengambil keputusan dalam pengelolaan sistem irigasi ditingkat tersier dan dapat terlibat berpartisipasi ditingkat sekunder dan primer sebagaimana tujuan program WISMP mendorong pengelolaan irigasi partisipatif.
“Tugas pemerintah nantinya hanya sebagai pendorong dan fasilitator dengan memberikan peluang kepada petani untuk membentuk organiasasi P3A dan GP3A,” jelas La Besse
Lanjutnya, program WISMP II dikembangkan dalam mewujudkan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi melalui penguatan kapasitas lembaga P3A dan GP3A melalui perbaikan pengaturan dan perencanaan sektor sumber daya air dalam meningkatkan manajemen dan pendanaan dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan irigasi.
Kadis PPP Luwu Timur, Muharif mengatakan masalah pengairan dan jaringan irigasi membutuhkan partisipasi semua pihak baik petani selaku pengelola dan Dinas PU sebagai leading sector.
“Kelembagaan P3A dan GP3A harus menjalankan tugas dan fungsinya agar pembangunan pertanian berjalan sebagaimana yang diharapkan,” jelasnya
Dinas PU melalui Kepala Bidang Sumberdaya Air, Maria Claret Nita Tampa mengharapkan agar P3A Marannu mengajak dan merangkul semua stakeholder di Korondeme (wilayah GP3A) Waesengayoka agar pekerjaan proyek ini nantinya merata kepada seluruh anggota kelompok.
Ia juga mengingatkan agar melakukan langkah penanganan melalui koordinasi yang aktif ditingkat ranting mengingat kondisi saat ini sedang terjadi kemarau dengan mengatur pergiliran pemakai air bagi petani agar tidak terjadi gesekan atau konflik.




