Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Baebunta melakukan aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Utara, Selasa (02/12/14) sekitar pukul 09.00 wita pagi tadi.
Dalam aksinya, para pelajar meminta agar DPRD mengeluarkan surat rekomendasi pencopotan Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Baebunta, Ibrahim Nasir dari jabatannya.
Abdul Gafur, siswa SMA Negeri 1 Baebunta mengatakan jika dirinya mendatangi kantor DPRD untuk meminta kepada DPRD agar melakukan pemanggilan dan memberikan rekomendasi pencopotan kepala sekolah SMA 1 Baebunta.
“Sudah banyak pelanggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah di sana. Seperti, Cet yang seharusnya di beli oleh pihak sekolah malah di bebankan kepada para siswa, bahkan kepala sekolah mengancam jika sekolah tidak di Cet maka kepala sekolah tidak akan masuk mengajar,” ungkap Gafur.
Selain itu, upah guru honorer selama ini juga terkadang lambat dibayarkan. Malah, pihak sekolah kerap melakukan pungutan yang tidak jelas peruntukannya.
“Kami akan tetap melakukan mogok belajar sampai kepala sekolah turun dari jabatannya,” ungkap Gafur.
Sementara, aksi demonstrasi pelajar ini diterima oleh, Wakil ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma. Dikatakannya, pihak DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan cara melakukan pemanggilan kepada Kepala Sekolah serta dinas terkait.
“Insya Allah, kita akan memanggil kepala sekolah dan dinas terkait untuk membicarakan persoalan ini,” janji Andi Sukma.
Selain Andi Sukma, politisi partai Hanura, Sudirman Salomba berharap agar persoalan yang terjadi saat ini harus melihat dari sisi positifnya dengan tidak melibatkan pihak lain yang ada di sekolah.
“Terkait dengan honor pegawai yang belum terbayar itu bukan wewenang adik-adik untuk menuntut hal tersebut, bisa saja ini karena belum turunnya dari dinas pendidikan.” “Kalau bisa keinginan kalian untuk mogok belajar jangan di lakukan biarkan kami menyelesaikan ini dengan melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah dan dinas pendidikan,” ungkap Sudirman. (*)




