Rapat sidang paripurna terkait jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berlangsung diruang paripurna, Selasa (03/12/14).
Dalam rapat tersebut dihadiri, Wakil Ketua DPRD, Andi Sukma,Wakil Bupati Lutra, Indah Putri, Sekertaris Daerah (Sekda), Syamsul Syair, sejumlah Kepala SKPD lingkup kerja pemerintah daerah kabupaten Luwu Utara.
Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membacakan jawaban bupati menyampaikan jika pemerintah daerah telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu dijelaskan. Seperti, pertumbuhan ekonomi Lutra pada tahun 2010 baru pada kisaran 5,93 persen, namun pada tahun 2011 mengalami percepatan hingga mencapai 7,29 persen.
Selanjutnya pada tahun 2012 juga kembali mengalami percepatan hingga mencapai
80,03 persen dan pada tahun 2013 telah mencapai 8,17 persen serta diharapan pertumbuhan ekonomi Lutra akan menjadi 8,56 persen tahun 2014 dan 8,81 persen pada tahun 2015.
Sementara, penyebab meningkatnya angka kemiskinan di LuwuUtara dalam dua terakhir terlebih dahulu perlu kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi tidak menjamin orang miskin akan berkurang, kenapa demikian? karena yang menjdi komponen penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk menghasilkan presentase pertumbuhan ekonomi, hanya orang-orang yang punya upah atau gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan.
Sementara orang miskin bukan pegawai atau pekerja tetap, tidak cukup lahan produktif untuk disewakan atau berproduksi maksimal terkecuali lahan rumahnya. Dari data yang ada, orang miskin di Luwu Utara mencapai 46.236 orang atau sekitar 15,52 persen tahun 2013 terbesar ke lima di Sulawesi Selatan.




