Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Karena Langka dan Mahal, Petani Diajari Buat Pupuk Sendiri
Ekonomi

Karena Langka dan Mahal, Petani Diajari Buat Pupuk Sendiri

Redaksi
Redaksi Published 25 Desember 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Mungkin masih asing terdengar di telinga kita nama Dusun Dandawasu, sebuah perkampungan di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur yang masih terisolir akibat belum terbukanya akses jalan menuju ke dusun tersebut.

Dusun yang dihuni oleh mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani itu, ternyata memiliki masalah tersendiri dalam mengatasi kesulitan mendapatkan pupuk.

Suhaebah, salah seorang kader pemberdayaan masyarakat Desa Parumpanai mengatakan Dusun Dandawasu merupakan daerah yang masih sulit diakses akibat belum terbukanya akses jalan.

Baca Juga

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

“Untuk menuju ke Dusun Dandawasu, akses satu-satunya adalah melalui transportasi perahu, dengan ongkos sekali jalan membutuhkan biaya sebesar Rp200 ribu per orang. sehingga petani setempat sangat sulit memperoleh pupuk,” ujarnya.

Olehnya itu, melalui Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) dana Block Grand PT Vale Indonesia, warga di dusun itu dilatih untuk membuat pupuk sendiri, dengan panduan dari Penyuluh Pertanian Kecamatan, Lukas.

Pelatihan yang digelar sehari itu diikuti oleh puluhan warga petani yang mengikutinya dengan sangat antusias.

“Harapan kami dengan pelatihan ini petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida berlebihan membuat kualitas tanah menurun, musnahnya keanekaragaman sumber daya hayati, hingga degradasi kualitas lingkungan,” kata Lukas.

Lukas merincikan, pembuatan pupuk cair organik tidaklah sulit, bahan dasar pupuk berupa buah nenas, nangka, pisang dan jenis buah lainnya mudah didapatkan di pekarangan rumah.

Untuk membuatnya hanya memerlukan ember atau baskom, kemudian parutan buah tadi dicampur dengan cairan gula atau nira manis sama seperti membuat jus buah. Campuran buah dan gula diaduk hingga benar-benar rata, dan diamkan hingga tujuh hari.

“Dengan begitu, sebuah kreasi hasil fermentasi kecil-kecilan dari bahan-bahan yang amat mudah itu, sudah berhasil dilakukan. Setidaknya, ribuan hingga ratusan rupiah dapat dihemat dengan menggunakan teknik ini,” kata Lukas.

Menurutnya, hasil fermentasi buah itu tinggal dicampurkan dengan kotoran ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah kebun dengan ditambahkan air.

“Pada hari ke 15 pupuk buatan sendiri sudah bisa digunakan untuk kesuburan tanah pada tanaman padi, kakao, lada dan tanaman lainnya,” ujar Lukas.

Busman Dahlan Shirat GM Program Pengembangan Sosial PT Vale Indonesia dalam rilisnya mengungkapkan PMDM merupakan program yang dirancang bersama pemerintah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat melalui mekanisme pemberdayaan dan keswadayaan yang salah satu fokus utamanya bidang ekonomi dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

“PT Vale Indonesia berupaya mendorong pengembangan sektor pertanian yang tangguh, maju serta efisien,” ujar Busman.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Tim Fahmil Qur’an Putra Luwu Timur Raih Emas Pertama di MTQ Sulsel 2026

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Diduga Pelaku Kolor Ijo, Polisi Amankan Seorang Warga
Next Article Erwin : Karena PPK, Negara Jadi Rugi

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

15 Peserta Asal Luwu Timur Lolos Final MTQ Sulsel 2026 di Maros

17 April 2026
Ekonomi

Lapangan Kerja Luwu Timur Bertambah, Pengangguran Turun pada 2025

17 April 2026
Metro

Sekda Lutim Tegaskan Disiplin Jam Kerja ASN

17 April 2026
Ekonomi

PT Vale Andalkan Hilirisasi dan ESG untuk Perkuat Bisnis

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?