Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Akibat Banjir, Warga Di Bantaran Sungai Paremang Terancam Terisolir
Metro

Akibat Banjir, Warga Di Bantaran Sungai Paremang Terancam Terisolir

Redaksi
Redaksi Published 7 Maret 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Warga yang tinggal dibantaran Sungai Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, terancam terisolir akibat banjir yang melanda daerah itu sejak sepekan terakhir. Pasalnya, meluapnya air sungai Paremang ini telah membuat terjadinya amblas di sepanjang badan sungai.

Informasi yang dihimpun, baniir sudah dua kali terjadi dalam sepekan terakhir yang mengakibatkan lahan pertanian, rumah, amblas tergerus air sungai yang meluap. Menurut sejumlah warga, kondisi sudah terjadi bertahun-tahun, dan belum ada penanganan serius dari pemerintah.

Bahkan, dua jembatan yang ada yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Kamanre, saat ini kondisinya sudah nyaris ambruk. Satu jembatan yang menghubungkan dengan Kelurahan Cilallang, dan satu jembatan yang berada di Jl Trans Sulawesi.

Kondisi kedua jembatan terancam ambruk, setelah tanah yang berada di bagian pondasi amblas akibat tergerus air. Kondisi jembatan yang nyaris ambruk ini membuat ratusan kepala keluarga yang tinggal di Desa Wonosari, terancam terisolir.

Warga sebenarnya sudah berupaya secara swadaya dengan membangun tanggul darurat untuk menghindari jembatan ini ambruk.

Isman, warga Desa Wonosari mengatakan akibat banjir, areal lahan warga ikut tergerus air sehingga mengakibatkan kerugian bagi warga.

“Sudah satu minggu, yang dirugikan banyak, rumah, tanah habis, jagung, coklat habis semua,” ujar Isman.

Dirinya berharap agar pemerintah setempat untuk segera turun tangan agar menghindari kerugian yang lebih besar dialami oleh warga.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Musibah di Angkona, Puspawati: “Kami Merasakan Kesedihan Ini Bersama”

Empat Penumpang KM Marina Baru Ditemukan Di Perairan Teluk Bone

Aktifis Pemuda di Luwu, Bela Kapolda Sulselbar Soal Luteng

Tidak Kebagian Soal, Empat SMA di Palopo Pinjam Soal dari Sekolah Lain

Ternyata, Judas Ikut Hadir di Pendaftaran Cakka-Amru

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Ini Momentum Menarik Saat Pertemuan Para Kandidat Lutim
Next Article Luthfy A Mutty Reses di Lutim

You Might Also Like

Metro

Tomas Wotu Apresiasi Pos Ramadniya Polres Lutim

30 Juni 2017
Metro

Soal Ijazah Palsu, Polisi Siapkan Penyidik

3 Juni 2015
Metro

Warga Lutim Sambut Arak-arakan Adipura

17 Juni 2013
Metro

Dana Jamkesmas Belum Cair, Dokter dan Perawat RSUD I La Galigo Mengeluh

20 Januari 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?