Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2014.
Penyerahan Ranperda ini diserahkan Bupati pada Ketua DPRD Amran Syam pada sidang paripurna DPRD, Sabtu (30/05/15). Selain penyerahan ranperda pertanggungjawaban APBD TA 2014, sidang ini juga dirangkaikan dengan pembentukan panitia kerja (panja) DPRD terhadap LHP BPK RI atas laporan keuangan pemkab Lutim 2014.
Andi Hatta Marakarma dalam sambutannya mengatakan target pendapatan daerah tahun 2014 Sebesar Rp999.143.872.972,00 yang direalisasikan sebesar Rp1.003.602.954.699,21 atau 100,45 persen terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) target sebesar Rp141.754.000.599,00 dan terealisasi sebesar Rp134.350.836.071,47 atau 94,78 persen,
Selanjutnya dana perimbangan dengan target sebesar Rp586.786.509.364,00 terealisasi sebesar Rp598.656.375.455,00 atau 102,02 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp270.603.363.009,00 terealisasi sebesar Rp270.595.743.172,74 atau 99,99 persen.
”Dari realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2014 tersebut, diketahui bahwa kita dapat mencapai target, hal ini disebabkan karena pendapatan dari Dana Perimbangan yang terealisasi sebesar 102,02 persen.”
“Demikian pula dengan penerimaan bagi hasil pajak dari propinsi realisasinya melebihi dari target yakni sebesar 101,74 persen serta bantuan keuangan dari propinsi terealisasi sebesar 100 persen,” jelasnya
Dari sisi berlanja dijelaskan, anggaran belanja ditargetkan sebesar Rp1.113.368.368.988,00 dengan realisasi Rp945.141.334.959,48 atau 84,89 persen terdiri atas Belanja Tidak Langsung target Rp398.581.825.832,00 dan terealisasi Rp376.223.437.547,83 atau 94,39 persen kemudian Belanja Langsung target sebesar Rp714.786.543.156,00 dan terealisasi sebesar Rp568.917.897.411,65 atau 79,59 persen.
Realisasi belanja tidak langsung pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp376 Miliar dari target Rp398 Miliar dimana salah satu belanja terbesar selain belanja gaji adalah bantuan keuangan kepada pemerintah desa yang mencapai Rp64 Miliar lebih, yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dalam rangka percepatan/akselerasi pembangunan desa di wilayah Kabupaten Luwu Timur.
”Alokasi dana bantuan keuangan pada pemerintahan desa merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap pemberdayaan masyarakat desa, diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM aparat desa demi terwujudnya pemerintahan desa yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara, realisasi belanja langsung pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp568,9 Miliar lebih atau 79,59 persem dari target anggaran, sedangkan pada alokasi belanja modal yang realisasinya mencapai Rp322 Miliar lebih atau 73,06 persen dari target anggaran. Pengeluaran untuk belanja modal terbesar adalah untuk belanja konstruksi bangunan, jalan, dan jaringan irigasi.
Dikatakannya, pengeluaran tersebut mendominasi pengeluaran untuk belanja modal, mengingat Kabupaten Luwu Timur memiliki cakupan wilayah yang cukup luas dan masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur, baik fasilitas bangunan, pendidikan, kesehatan maupun jalan raya yang menghubungkan antar kecamatan dan antar desa di Kabupaten Luwu Timur. ”Kita berharap seiring dengan terpenuhinya pembangunan infrastruktur tersebut, akses masyarakat pada layanan tadi akan semakin meningkat pula,” tambahnya.
Lanjut Hatta, secara umum realisasi Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan, di mana pada Tahun Anggaran 2014 penerimaan pembiayaan dapat terealisasi sebesar Rp176 Miliar lebih sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp10 Miliar lebih, yang merupakan Penyertaan Modal berupa Investasi Permanen kepada Bank Sul-Sel sebesar Rp10 Miliar dan pembayaran pokok utang sebesar Rp 233 juta lebih. Dengan demikian diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp166 Miliar lebih atau 100,42 persen dari target.
”Dengan melihat total realisasi pendapatan daerah setelah dikurangi dengan total belanja daerah tersebut di atas, maka terdapat surplus sebesar Rp58 Miliar lebih. Sehingga berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja serta pembiayaan netto, maka terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp225 Miliar lebih,” katanya.
Dipenghujung sambutannya, Hatta berharap kepada seluruh aparat Pemerintah Daerah agar bekerja lebih keras dan selalu berupaya mengembangkan potensi diri karena tantangan yang kita hadapi ke depan akan semakin kompleks, ini berarti dibutuhkan kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.




