Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Petani Lada di Lutim Akan Dilatih Pola Tanam Ramah Lingkungan
Ekonomi

Petani Lada di Lutim Akan Dilatih Pola Tanam Ramah Lingkungan

Redaksi
Redaksi Published 15 Juni 2015
Share
4 Min Read
SHARE

Sebanyak enam petani kader dan 30 penyuluh pertanian dari Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian (BP4K) Kabupaten Luwu Timur akan mengikuti pelatihan teknis budidaya lada dengan konsep  ramah lingkungan di Balai Penyuluh Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)Kecamatan Nuha. Pelatihan ini akan digelar selama tiga hari dan akan berakhir Rabu (17/6/15) mendatang.

Pelatihan yang difasilitasi konsultan teknis agriculture A+ CSR Surapati M Senin dan Agussasia ini, merupakan bagian dari Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) Kabupaten Luwu Timur, yang merupakan program dari PT Vale Indonesia. .

Senior General Manager Social Development Program PT Vale Indonesia, Busman Dahlan Shirat mengatakan teknis budidaya lada dengan konsep ramah lingkungan ini digagas untuk menjawab tuntutan dan kondisi perkebunan lada saat ini.

Baca Juga

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Pengembangan tanaman perkebunan lada memiliki prospek cukup baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat mengingat harga dipasaran untuk komoditas ini cukup tinggi tahun 2015 dengan harga lada kering mencapai Rp150 ribu per kilogram (kg).

“Disisi lain  pengembangan komoditas ini masih dihadapkan pada ketersediaan lahan untuk budidaya Karena masuk dalam kawasan hutan lindung dan/atau konservasi. Meskipun di beberapa tempat, kawasan hutan lindung telah berubah menjadi kawasan perkampungan baru atau kawasan budidaya Tak terkecuali wilayah konsesi PT Vale Indonesia yang juga mulai dijarah masyarakat yang hendak melakukan perluasan lahan pertanian dan atau perkebunan,” ujarnya.

Olehnya itu, menurut Busman, perlu ditemukan alternatif pengelolaan perkebunan dengan memperhatikan laju pertumbuhan populasi dengan ketersediaan lahan untuk mendorong ruang gerak ekonomi yang memadai dalam melakukan aktivitas ekonomi.

“Meskipun lada secara ekonomi menjadi tanaman unggulan bagi petani, namun pengembangannya dilakukan secara masif dengan pola lahan berpindah akan berpotensi mengancam kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi terbatas. Oleh karena itu, perlu dikembangkan model pertanian yang ramah lingkungan, dengan tingkat produktivitas tinggim: ungkapnya.

Koordinator BP3K Towuti, Kesmar SP dalam laporannya mengatakan Kecamatan Towuti adalah salah satu wilayah terdampak operasi  PT Vale Indonesia yang juga merupakan produsen utama komoditas lada.

Tanaman lada merupakan tanaman perkebunan yang paling potensial saat ini. Pada tahun 2014 luas tanaman lada di Kecamatan Towuti sudah mencapai 3576 hektar, dengan luas lahan yang produksi 1485.5 hektar dengan tingkat produksi sebesar 7.427,5 ton.

“Kecendrungan petani dalam berbudidaya lada ukuran produktivitas didasarkan atas luasan lahan dengan pola ekstensifikasi, dengan pola ini tanaman yang sudah menghasilkan terabaikan sehingga mudah diserang hama dan  penyakit,” ujar Kesmar.

Menurutnya, pembenahan lahan yang tidak ramah lingkungan berkonstribusi meningkatnya serangan hama dan penyakit. Aplikasi pemupukan yang benar, Jenis pupuk sesuai kebutuhan tanaman juga menjadi kendala teknis yang dihadapi baik petani petani dan penyuluh,  selain itu  Pengendalian hama dan penyakit,  Hama yang menyerang tanaman lada terbesar adalah penggerek polong (lada muda) penggerek daun, penyakit busuk akar pithoptora dan vusarium sejenis jamur.

Dalam pelatihan ini, selain pembelajaran teknis budidaya,identifikasi kebutuhan tanaman akan pupuk, membuat pupuk sendiri, pengendalian hama dan penyakit,  pelatihan ini juga memperkenalkan metode penyuluhan yang efektif melalui konsep pembelajaran orang dewasa.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Tim Fahmil Qur’an Putra Luwu Timur Raih Emas Pertama di MTQ Sulsel 2026

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Anggaran Terbatas, Husler Minta Warga Wawondula Bersabar
Next Article Balon Bupati Tak Minati Jalur Perseorangan

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

15 Peserta Asal Luwu Timur Lolos Final MTQ Sulsel 2026 di Maros

17 April 2026
Ekonomi

Lapangan Kerja Luwu Timur Bertambah, Pengangguran Turun pada 2025

17 April 2026
Metro

Sekda Lutim Tegaskan Disiplin Jam Kerja ASN

17 April 2026
Ekonomi

PT Vale Andalkan Hilirisasi dan ESG untuk Perkuat Bisnis

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?