Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (PGIW Sulselbara) melaksanakan Sidang 5 tahunan yang disebut Sidang Wilayah, Rabu (22/07/15).
Pada Sidang Wilayah tahun 2015 ini, Luwu Timur didaulat menjadi tuan dan nyonya rumah Persidangan Wilayah XII PGIW Sulselbara yang bertempat di Sekber POUK Luwu Timur di Soroako.
Ketua Umum Panitia Sidang PGIW Sulselbara, Jonatan Pailin, mengatakan, PGIW Sulselbara memiliki 23 Sinode dan 3 Sekber POUK yang tersebar di Provinsi Sulsel, Sulbar dan Sultra, periode Kepengurusan Majelis Pekerja Harian PGIW Sulselbara adalah 5 tahun, dan akan berakhir tugas dan pelayanannya pada akhir Juli 2015.
Maka dari itu, kata Jonatan, pada akhir periode harus dilaksanakan Persidangan 5 tahunan guna untuk reorganisasi atau memilih Pengurus Majelis Pekerja Harian PGIW Sulselbara Periode 2015 – 2020 mendatang.
Ia melanjutkan, Persidangan Wilayah XII tahun 2015 bertujuan untuk mengevaluasi Pelaksanaan Program Kerja PGIW Sulselbara 5 Tahun (2010-2015).
“Selain untuk mengevaluasi Pelaksanaan Program Kerja, Persidangan Wilayah XII kali ini juga untuk mengevaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja PGIW Sulselbara sekaligus juga untuk menyusun Program Umum PGIW Sulselbara 5 tahun ke depan (2015-2020), dan untuk tahun 2015 persidangan akan berlangsung pada tanggal 22 hingga 26 Juli di Sekber POUK Luwu Timur di Sorowako,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, Pemerintah daerah di Kabupaten Luwu Timur, tentunya sangat gembira dan menyambut baik serta menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan tersebut dan berharap agar melalui kegiatan tersebut, kita dapat merajut persaudaraan, kerjasama dan kemitraan.
Hatta juga berpesan agar terus menjaga kebersamaan di daerah ini agar suasana tetap kondusif, sehingga pembangunan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar, kalau ada masalah mari kita bicarakan bersama-sama guna dicarikan jalan keluarnya.
“Saya mengingatkan kepada seluruh jemaat di tempat ini dan bagi kita semua, mari tetap menjaga kokoh kebersamaan, saling menghargai dan menghormati dan jangan terpengaruh oleh issu-issu yang tidak benar yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” jelas Hatta.
Menurutnya, kemajemukan ini hendaknya disikapi dengan penuh rasa syukur, keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sudah saatnya kita membangun paham keagamaan dengan penuh toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati.
Oleh sebab itu, pembangunan keagamaan bukan hanya upaya untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pemahaman, serta pengamalan ajaran agama, melainkan juga ditujukan untuk membangun masyarakat, agar memiliki kesadaran akan realitas sosial tentang nilai-nilai keberagaman dan kebhinnekaan, kesemuanya itu, kuncinya, adalah persatuan, kebersamaan dan kerja keras di antara kita semua, tanpa melihat perbedaan identitas kita.
Hatta berharap agar Persidangan PGIW Wilayah XII tahun 2015 dapat berlangsung aman dan lancar, sehingga dapat dirumuskan Program Kerja PGIW Sulselbara yang berguna bagi Jemaat PGIW Sulsebara, bagi masyarakat Luwu Timur serta bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Luwu Timur Leonard Bongga, Ketua FKUB Luwu Timur H. Ardias Bara, Ketua PGI Pusat Pdt. DR. Henriette Hutabarat Lebang, Ketua PGIW Sulselbara Pdt. Untung Wijayaputra, S.Th, beberapa Kepala Unit Kerja Kabupaten Luwu Timur, Camat Nuha dan Tripika Kecamatan Nuha, Jemaat PGI Luwu Timur dan Perwakilan dari Sulawesi Barat dan Tenggara.
Kegiatan ini mengangkat thema “Tuhan Mengangkat Dari Samudera Raya” dan Subthema “Dalam Solidaritas dengan sesama Anak Bangsa, Kita Bersama-sama Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Menanggulangi Ketidakadilan, Radiklaisme dan Kerusakan Lingkungan”




