Warga yang berprofesi sebagai petani di desa Lambara harapan, kecamatan Burau, kabupaten Luwu Timur saat ini mengeluhkan proyek normalisasi pembuangan sungai Kalaena, Senin (17/10/16)
Soalnya, proyek yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 senilai Rp5,6 miliar ini mengakibatkan sawah para petani didesa tersebut berpotensi gagal panen.
Anggota kelompok tani Tambua Jaya, Anto mengeluhkan banyaknya sampah dan kayu yang masuk kedalam areal persawahan akibat jebolnya proyek normalisasi itu. “Gagalmi sawahku itu pak karena ditumpuki pasir dan sampah,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap agar sungai yang jebol segera dilakukan perbaikan dengan harapan tidak terjadi banjir susulan. “Kita hanya meminta untuk segera diperbaiki apa lagi inikan musim hujan,” ungkap Anto.
Para petani juga meminta kompensasi atau ganti rugi dampak jebolnya bahu sungai kepada pihak terkait. “Kami juga berharap ada ganti rugilah, kasihan sawah kami pak,” ungkap Anto mewakili kelompoknya.
Pantauan awak media, para petani menghalangi air sungai seadanya dengan menggunakan tumpukan kayu dengan harapan air tersebut tidak masuk ke sawah. Tumpukan pasir juga terlihat bertumpuk diatas sawah masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek normalisasi pembuangan sungai Kalaena, H Sofyan yang dikonfirmasi tidak berhasil. Handphonenya aktif namun tidak dijawab.




