Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Sambangi Rujab Ketua DPRD, Datu Luwu : Makam Simpurusiang Ada di Lutim
DPRD Luwu Timur

Sambangi Rujab Ketua DPRD, Datu Luwu : Makam Simpurusiang Ada di Lutim

Asdhar
Asdhar
11 November 2016
Share
3 Min Read
SHARE

Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau telah menyambangi Rumah Jabatan (Rujab) ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam, Kamis 10 November kemarin. Namun, ada yang menarik dalam pertemuan tersebut.

Andi Maradang Mackulau mengatakan, letak makam Simpurusiang diperkirakan berada di kabupaten Luwu Timur. Itu diketahui saat pihak kedatuan Luwu telah mendapatkan informasi awal dan saat ini kedatuan Luwu terus mencari data untuk menguatkan informasi itu.

Sementara Simpurusiang diketahui adalah Datu Luwu yang ke 3 yang selama ini makam beliau (Datu) masih misteri. “Pihak kedatuan telah mendapatkan data awal tentang makam Simpurusiang, pajung pertama di Luwu dan kemungkinan besar makamnya ada di Lutim,” kata Datu.

Baca Juga

DPRD Luwu Timur Respons Aksi AMLT, Tegaskan Komitmen Berpihak pada Rakyat
Anggota DPRD Lutim Ini Apresiasi Pengurangan Jam Kerja Guru dan ASN

Menurutnya, kebudayaan tertua di Indonesia dan bahkan dunia berada di Luwu Timur. Sementara Luwu Timur menjadi titik sentra yang sangat penting karena tanpa Luwu Timur tana Luwu Tidak ada. “Saya berharap Luwu Timur menjadi lokomotif budaya,” ungkapnya.

Ia pun prihatin sebab Luwu Timur adalah awal keberadaban tana Luwu dengan cikal budaya tertua. Hanya saja, simbol budaya tidak ada yang terdaftar di Pemerintah. Dirinya berharap, etnik di tana Luwu dapat diwujudkan berupa pembangunan Museum Etnografi di Luwu Timur.

“Dengan adanya Museum itu, seluruh simbol etnik akan dipajang dengan harapan agar generasi berikutnya dapat mempelajari kebudayaan Luwu. Selain itu, nilai sejarah dan budaya juga dapat ditulis karena kekuatan sejarah berada dibuku,” ungkap Andi Maradang.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) harusnya mendorong lahirnya grand design tentang pengembangan wisata budaya, pariwisata serta pemuda.

“DPRD akan menjemput ini dan mendukung penuh upaya Pemerintah dalam hal kelestarian budaya khususnya pengembangan pariwisata, budaya dan pemuda. Kalau perlu disarankan membuat film dokumenter soal kebudayaan tana Luwu termasuk melestarikan seni dan olahraga tradisional yang hampir punah,” ungkapnya.

Sementara itu, pejabat Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Kebparmudora) Luwu Timur, Hamris Darwis mengatakan, Pemerintah daerah untuk tahun anggaran 2017 mendatang telah menganggarkan pembentukan tim cagar budaya.

Nantinya, tim cagar budaya tersebut bekerja untuk mengidentifikasi cagar budaya yang ada didaerah Bumi Batara Guru ini. “Kalau nantinya sudah ada kepastian dan ketetapkan makam Simpurusiang ada di Lutim, Pemerintah akan siap anggaran dan membangun kembali makam itu,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, diseputaran danau Matano yang ada di kecamatan Nuha, Luwu Timur, masyarakat setempat telah banyak menemukan benda pusaka berupa tombak, keris dan senjata perang lainnya.

Selain itu, diturunan Bajo, Tampinna, kecamatan Angkona, juga ditemukan artefak budaya dalam betuk keramik kuno yang dipercaya masyarakat jika lokasi tersebut adalah salah satu pelabuhan terbesar yang dimiliki tana Luwu sebagai penghubung kerjaan di nusantara seperti Majapahit, sriwijaya dan kerajaan cina.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Aris Situmorang Ajak Warga Bertani Dengan Konsep SRI
Next Article Anggota DPRD Lutim Ikut Bimtek di Makassar
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

Pemkab Luwu Timur mendukung penambahan kapal rescue dan personel Basarnas untuk memperkuat…

5 Mei 2026
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
Pendidikan

Keren! SMPN 1 Mangkutana Jadi Sekolah Terbaik 2 Rapor Pendidikan di Luwu Timur

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?