Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Palopo Andi Arwin, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta memperingati Earth Hour yang jatuh pada 24 Maret 2018.
Dalam imbauannya, Arwin meminta kepada masyarakat untuk ikut memadamkan lampu di selama satu jam di pukul 20.30 – 21.30 Wita sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan itu.
“Kami akan meminta seluruh kantor instansi pemerintah untuk ikut serta dalam kegiatan ini, dengan menggelar kegiatan seremonial di masing-masing kantor,” ujarnya.
Dikutip dari situs resmi World Wide Fund for Nature (WWF), mematikan lampu selama 60 menit menjadi simbol yang menunjukkan solidaritas untuk planet bumi. Mengapa harus berpartisipasi dalam aksi ini?
WWF menyebut bumi sedang krisis. Kerusakan bumi berjalan begitu cepat. Dari laporan WWF-UK Living Planet Report, sebanyak 80 persen spesies air musnah, sedangkan lebih dari 50 persen populasi hewan darat punah. Ada 40 persen hutan berubah menjadi lahan pertanian dengan 15 juta pohon hilang tiap tahun untuk bahan baku produksi minyak.
Selain itu, perubahan iklim membuat satu dari enam spesies dalam ancaman kepunahan.
Pelaksanaan Earth Hour di Indonesia akan fokus pada empat isu utama. Ini terdiri dari inisiasi kampanye kawasan bebas sampah di 31 kota, penanaman mangrove sebanyak 26 ribu bibit di lebih dari 15 wilayah di Indonesia, inisiasi komitmen 9 kampus di 9 kota untuk pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan, dan menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati dan kampanye anti perdagangan liar.




