Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau telah menyambangi Rumah Jabatan (Rujab) ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam, Kamis 10 November kemarin. Namun, ada yang menarik dalam pertemuan tersebut.
Andi Maradang Mackulau mengatakan, letak makam Simpurusiang diperkirakan berada di kabupaten Luwu Timur. Itu diketahui saat pihak kedatuan Luwu telah mendapatkan informasi awal dan saat ini kedatuan Luwu terus mencari data untuk menguatkan informasi itu.
Sementara Simpurusiang diketahui adalah Datu Luwu yang ke 3 yang selama ini makam beliau (Datu) masih misteri. “Pihak kedatuan telah mendapatkan data awal tentang makam Simpurusiang, pajung pertama di Luwu dan kemungkinan besar makamnya ada di Lutim,” kata Datu.
Menurutnya, kebudayaan tertua di Indonesia dan bahkan dunia berada di Luwu Timur. Sementara Luwu Timur menjadi titik sentra yang sangat penting karena tanpa Luwu Timur tana Luwu Tidak ada. “Saya berharap Luwu Timur menjadi lokomotif budaya,” ungkapnya.
Ia pun prihatin sebab Luwu Timur adalah awal keberadaban tana Luwu dengan cikal budaya tertua. Hanya saja, simbol budaya tidak ada yang terdaftar di Pemerintah. Dirinya berharap, etnik di tana Luwu dapat diwujudkan berupa pembangunan Museum Etnografi di Luwu Timur.
“Dengan adanya Museum itu, seluruh simbol etnik akan dipajang dengan harapan agar generasi berikutnya dapat mempelajari kebudayaan Luwu. Selain itu, nilai sejarah dan budaya juga dapat ditulis karena kekuatan sejarah berada dibuku,” ungkap Andi Maradang.
Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) harusnya mendorong lahirnya grand design tentang pengembangan wisata budaya, pariwisata serta pemuda.
“DPRD akan menjemput ini dan mendukung penuh upaya Pemerintah dalam hal kelestarian budaya khususnya pengembangan pariwisata, budaya dan pemuda. Kalau perlu disarankan membuat film dokumenter soal kebudayaan tana Luwu termasuk melestarikan seni dan olahraga tradisional yang hampir punah,” ungkapnya.
Sementara itu, pejabat Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Kebparmudora) Luwu Timur, Hamris Darwis mengatakan, Pemerintah daerah untuk tahun anggaran 2017 mendatang telah menganggarkan pembentukan tim cagar budaya.
Nantinya, tim cagar budaya tersebut bekerja untuk mengidentifikasi cagar budaya yang ada didaerah Bumi Batara Guru ini. “Kalau nantinya sudah ada kepastian dan ketetapkan makam Simpurusiang ada di Lutim, Pemerintah akan siap anggaran dan membangun kembali makam itu,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, diseputaran danau Matano yang ada di kecamatan Nuha, Luwu Timur, masyarakat setempat telah banyak menemukan benda pusaka berupa tombak, keris dan senjata perang lainnya.
Selain itu, diturunan Bajo, Tampinna, kecamatan Angkona, juga ditemukan artefak budaya dalam betuk keramik kuno yang dipercaya masyarakat jika lokasi tersebut adalah salah satu pelabuhan terbesar yang dimiliki tana Luwu sebagai penghubung kerjaan di nusantara seperti Majapahit, sriwijaya dan kerajaan cina.





