Pemerintah Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni melibatkan hampir seluruh masyarakat desa, baik dewasa, remaja maupun anak-anak tak ketinggalan turut memeriahkan pawai budaya dengan rute berjalan mengelilingi desa. Pawai ini digelar menyambut kegiatan bersih desa tahun 2016 sekaligus perayaan HUT ke-77 Desa Mulyasri, Kamis (08/09/2016).
Para peserta terlihat antusias, dengan menampilkan bermacam-macam kreasi.
Pawai Budaya ini diawali atraksi marching band dari SMAN Tomoni Selanjutnya, penampilan Pecinta Olahraga, Seni dan Budaya dari Ikatan Pemuda Mulyasri sebagai pembuka pawai disusul Dusun Mekar Sari, Dusun Karang Anyar, Dusun Kebumen serta Dusun Jaya Bakti, kemudian ditutup mobil yang membawa rombongan tanjaneng (jenis musik gembira yang bernafaskan religi).
Masing – masing peserta pawai menampilkan gunungan hasil panen mereka, rombongan peserta mendapat aplaus dari penonton dan undangan tak ketinggalan masyarakat tetangga desa berbodong-bondong datang untuk menyaksikan acara pawai tersebut.
Dituturkan Kepala Desa Mulyasri Sujati, sebelum acara pawai dilaksanakan, pihak aparat desa dan panitia telah menggelar berbagai lomba. Kegiatan lomba digelar sejak beberapa hari menjelang hari jadi sehingga suasana desa cukup meriah.
Pawai budaya ini dilepas oleh Bupati Luwu Timur HM. Thorig Husler didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Luwu Timur lainnya.
“Terima kasih saya ucapkan kepada pemerintah dan masyarakat Desa Mulyasri atas inisiatif yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut hari jadinya, dimana didalamnya menampilkan tradisi budaya nenek moyang,” ujar Husler saat melepas pawai budaya tersebut.
Menurut Husler, menjaga tradisi dan kebudayaan nenek moyang itu penting dilakukan agar tidak kehilangan identitas. “Saya bangga masyarakat mulyasri selalu menjaga tradisinya,” tambahnya.





