Serapan Gabah Rendah, DPRD Lutim Sebut 112 Ribu Ton Gabah Mengalir ke Luar Daerah

Asdhar
1 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menyoroti serius persoalan rendahnya serapan gabah petani yang terjadi setiap musim panen. Ia menilai kondisi ini menyebabkan posisi tawar petani semakin lemah dan membuat harga gabah mudah dimainkan tengkulak dari luar daerah.

Menurut Sarkawi, luas persawahan di Luwu Timur mencapai sekitar 24.000 hektare dengan produksi gabah rata-rata 160.000 ton per musim. Dengan rendemen sekitar 50 persen, total produksi beras mencapai 80.000 ton per musim.

Namun kapasitas industri penggilingan lokal masih jauh dari memadai. “Penggilingan yang ada hanya mampu menyerap sekitar 30 persen atau 48.000 ton. Artinya, 112.000 ton gabah atau 70 persen keluar dan dikelola pengusaha luar daerah,” ujar Sarkawi.

Ia menegaskan bahwa arus keluar gabah dalam jumlah besar ini mengakibatkan daya tawar petani lokal melemah karena tidak memiliki akses pengolahan yang cukup.

“Selama tidak ada industri penggilingan yang kuat, maka petani kita akan selalu bergantung pada pasar luar,” tambahnya.

Dia menyebut, perlu ada solusi konkrit agar serapan gabah petani tidak lagi terjual ke luar daerah dengan menambah jumlah kapasitas produksi penggilingan padi di Luwu Timur.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser