Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Serapan Gabah Rendah, DPRD Lutim Sebut 112 Ribu Ton Gabah Mengalir ke Luar Daerah
Ekonomi

Serapan Gabah Rendah, DPRD Lutim Sebut 112 Ribu Ton Gabah Mengalir ke Luar Daerah

Asdhar
Asdhar
3 Desember 2025
Share
1 Min Read
SHARE

Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menyoroti serius persoalan rendahnya serapan gabah petani yang terjadi setiap musim panen. Ia menilai kondisi ini menyebabkan posisi tawar petani semakin lemah dan membuat harga gabah mudah dimainkan tengkulak dari luar daerah.

Menurut Sarkawi, luas persawahan di Luwu Timur mencapai sekitar 24.000 hektare dengan produksi gabah rata-rata 160.000 ton per musim. Dengan rendemen sekitar 50 persen, total produksi beras mencapai 80.000 ton per musim.

Namun kapasitas industri penggilingan lokal masih jauh dari memadai. “Penggilingan yang ada hanya mampu menyerap sekitar 30 persen atau 48.000 ton. Artinya, 112.000 ton gabah atau 70 persen keluar dan dikelola pengusaha luar daerah,” ujar Sarkawi.

Baca Juga

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

Ia menegaskan bahwa arus keluar gabah dalam jumlah besar ini mengakibatkan daya tawar petani lokal melemah karena tidak memiliki akses pengolahan yang cukup.

“Selama tidak ada industri penggilingan yang kuat, maka petani kita akan selalu bergantung pada pasar luar,” tambahnya.

Dia menyebut, perlu ada solusi konkrit agar serapan gabah petani tidak lagi terjual ke luar daerah dengan menambah jumlah kapasitas produksi penggilingan padi di Luwu Timur.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Penghargaan Peduli Desa untuk Irwan Bachri Syam, DPRD Janji Perkuat Pembangunan Berbasis Desa
Next Article Sarkawi Hamid Ikuti Pembekalan Legislator Gerindra se-Sulawesi dan NTT di Bandung
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor

4 Mei 2026
Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?