Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Palopo, Rhido Widodo Wahid, mengaku masih menunggu keputusan resmi dari pengurus HTI pusat, terkait sikap yang akan dilakukan HTI di daerah pasca dibubarkan pemerintah.
Bahkan saat ini, HTI di Palopo, masih aktif melakukan dakwah seperti hari-hari biasanya. Pembubaran HTI tidak banyak berimbas di daerah.
“Teman-teman masih melakukan aktifitas seperti biasanya, dan saya fikir, tidak ada kegiatan dakwah kita yang mengancam atau membahayakan keutuhan NKRI,” kata Rido Widodo Wahi, Selasa 9 Mei.
Dia menyebut, harusnya jika ada kegiatan HTI yang dianggap membahayakan atau mengancam NKRI, bisa ditegur, minimal diberi surat teguran.
Apalagi kata Rhido, HTI adalah organisasi resmi yang terdaftar. Sehingga Pemerintah tidak bisa serta merta membubarkan tanpa melalui prosedur yang berlaku.
“Yang kami tangkap, sepertinya memang ada pihak tertentu yang ingin membenturkan kita dengan ormas Islam lainnya,” ujarnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

