Jika perayaan menyambut tahun baru identik dengan pesta kembang api, hal berbeda justru dilakukan oleh komunitas nPecinta Seni Kampus (PeSek) Palopo.
Anggota komunitas ini justru menggelar pesta ‘baraccung’, sejenis permainan tradisional yang menggunakan media bambu untuk menghasilkan bunyi yang keras seperti halnya kembang api.
Salah seorang anggota komunitas PeSeK Palopo, Arhy Perkusi mengatakan, mereka sengaja menggelar pesta baraccung itu dalam rangka membiasakan kembali kebudayaan daerah.
“Baraccung ini adalah permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan, makanya kami menggelar acara ini agar bisa mengenalkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ansir Ismu mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan itu dalam rangka memperkenalkan jenis permainan tradisional kepada masyarakat.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

