Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » ‘Berguru’ ke Enrekang, Petani Lutra Ingin Meniru Semangat Kerja Petani di Sana
Metro

‘Berguru’ ke Enrekang, Petani Lutra Ingin Meniru Semangat Kerja Petani di Sana

Asdhar
Asdhar
10 Desember 2013
Share
5 Min Read
SHARE

Ilmu budidaya tanaman hortikultura yang dimiliki Petani Luwu Utara (Lutra) juga tidak kalah dari petani di Kabupaten Enrekang. Namun, soal semangat dalam bekerja, Lutra masih tertinggal dari mereka.

Satu hal yang menjadi sebab kenapa Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Lutra membawa 19 Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima bantuan P2KP untuk ‘berguru’ ke Enrekang adalah soal semangat dalam melakukan budidaya tanaman hortikultura.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna BKP3, Edy Abidin, ketika berkunjung ke Kabupaten Enrekang, Senin (9/12/13) lalu. Rombongan BKP3 bersama para PPL Pendamping dan KWT berjumlah 72 orang.

Baca Juga

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

“Soal ilmu budidaya kita tidak kalah, tapi soal semangat bekerja, kita masih ketinggalan. Itulah sebabnya kita membawa ibu-ibu KWT penerima bantuan P2KP untuk menyerap ilmu semangat kerja mereka. Coba kita lihat hamparan lahan ini, semua dipenuhi tanaman sayur-sayuran dan bawang merah. Mereka berhasil karena semangat mereka tidak pernah kendur dalam melakukan budidaya tanaman horti,” ujar Edy saat melakukan kunjungan ke Sentra Tanaman Kol di Kecamatan Baroko.

Kabupaten Enrekang memang dikenal sebagai Sentra Tanaman Hortikultura. Melihat lokasi daerah ini yang terletak di daerah dataran tinggi, maka sudah sewajarnya mereka memanfaatkan potensi alam dan komoditi yang dimiliki.

Dukungan topografi yang berada pada ketinggian 1.300 – 1.500 di atas permukaan laut (dpl) semakin mendukung berkembangnya tanaman hortikultura di daerah tersebut. Kepala BP3K Kecamatan Baroko, Darmiati mengatakan, potensi pengembangan horti di Baroko sangat besar. Tidak salah katanya, banyak daerah berkunjung ke Enrekang untuk sekedar melihat sekaligus belajar cara budidaya tanaman horti yang baik dan benar.

“Kami tidak pernah kering kunjungan dari teman-teman daerah lain, termasuk Luwu Utara. Jadi, sebuah kesyukuran bagi kami telah dijadikan barometer pengembangan tanaman horti. Bukan sombong, tapi kenyataan di lapangan menunjukkan itu. Perlu kami sampaikan bahwa ibu-ibu di sini semangatnya luar biasa hebat. Saking hebatnya, mereka tidak pernah berhenti melakukan budidaya tanaman horti secara bergantian. Karena di sini tanah warisan bersama, maka setiap keluarga mendapat giliran melakukan budidaya. Usai keluarga satu panen, keluarga lainnya akan menggantikannya untuk melakukan kegiatan budidaya. Pergiliran budidaya tanaman ini sangat efektif mendongkrak pendapatan petani,” ungkap Darmiati.

Dia juga menambahkan, petani wanita cenderung lebih giat bekerja ketimbang petani pria. Kalau petani pria bekerja kadang banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk merokok. Beda dengan petani wanita yang selalu full dan bersemangat dalam bekerja.

“Terus terang petani wanita di sini lebih giat bekerja ketimbang laki-lakinya, yang sering membuang waktu hanya untuk merokok. Karena itulah banyak ibu-ibu yang terlibat secara langsung dalam kegiatan budidaya horti di tempat kami ini ketimbang laki-lakinya,” ungkap Darmiati lagi.

Selain mengunjungi Kecamatan Baroko, rombongan dari Lutra juga melakukan kunjungan ke Sentra Bawang Merah di Kecamatan Anggeraja. Dalam kunjungan ke daerah tersebut, Kepala BP3K Anggeraja mengucapkan rasa terima kasihnya kepada rombongan dari Lutra karena mendapat kepercayaan sebagai tempat belajar.

“Selamat datang di Enrekang. Kami bahagia sekaligus bangga karena Enrekang menjadi pilihan kita untuk dijadikan tempat studi banding. Dan semoga dalam kunjungan bapak-ibu ke sini ada hal-hal bermanfaat yang bisa dibawa pulang sebagai bekal untuk menerapkannya juga di Luwu Utara. Jadi, tidak salah jika para bapak dan ibu melakukan kunjungan ke sini karena Enrekang sudah ditetapkan sebagai pusat pengembangan tanaman bawang merah di Indonesia Timur,” katanya.

Ada yang menarik yang bisa dijadikan bahan referensi ke depan buat Luwu Utara. Apa itu? Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang sudah menetapkan pembagian zona atau wilayah komoditi di setiap kecamatan.

Pewilayahan komoditi sudah menjadi ciri khas Kabupaten Enrekang. Jika di Kecamatan Baroko dijadikan sentra komoditi kol, maka di Kecamatan Anggeraja dijadikan sentra komoditi bawang merah. Di kecamatan lain pun tentu ada yang dijadikan pusat pengembangan tanaman lainnya. Menarik bukan?

Lukman Hamarong melaporkan dari Kabupaten Enrekang

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026
Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Mahasiswa Palopo Sebut Kapolda Sulselbar Pembunuh Berdarah dingin
Next Article Wali Kota Palopo Ingatkan Jajarannya Bekerja Tidak Asal Asalan
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

PKK Luwu Timur ikut evaluasi imunisasi Zero Dose di Sulsel. Meski capaian…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Dorong Layanan Prima, 36 Tenaga Kesehatan Lutim Ikuti Bimtek Manajemen Puskesmas

1 Mei 2026
Metro

Antisipasi Komplikasi, RSUD Lagaligo Ajak Pasien Kenali Diabetes

30 April 2026
Metro

Perdana Ikut NFSC 2026, Damkar Lutim Tembus 15 Besar Nasional

30 April 2026
Metro

‘Dashat’ Hadir di 11 Desa Burau, DPPKB Ajak Warga Olah Pangan Lokal Bergizi

30 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?