Dilanda Banjir Rob, Ratusan Hektar Tambak Terendam

Asdhar
1 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Ratusan hektar lahan tambak di wilayah pesisir Kota Palopo, terendam banjir akibat pasang air laut atau rob di perairan Teluk Bone, Kota Palopo. Selain tambak, banjir rob ini juga menggenangi jalan menuju ke kawasan wisata Pantai Labombo, Minggu (22/2/15) sekitar pukul 15.00 Wita sore tadi.

Pantauan luwuraya.com, di jalan masuk kawasan wisata Pantai Labombo, air menggenangi badan jalan hingga ketinggian 20-30 centimeter. Sejumlah petani tambak tampak berusaha memasang pukat di sekitar tambak mereka untuk meminimalisir kerugian akibat banjir rob ini. Pasalnya, petani dirugikan dengan bencana ini karena ikan yang sedang dibudidaya ikut hanyut.

Selain merendam jalan,  banjir rob juga merendam rumah warga dan tempat hiburan malam yang berada di kawasan Pantai Labombo. Banjir terparah terjadi di sejumlah kelurahan di Kecamatan Wara Timur seperti Kelurahan Benteng, Malatunrung, Ponjalae, Pontap, Salekoe, Salotelllue, dan Surutanga.

Sejumlah petani tambak menyebutkan jika banjir rob kali ini merupakan yang terparah, dan diluar perkiraan. “Sebenarnya banjir pasang air laut ini setiap tahun terjadi, namun kali ini yang terbesar. Saya saja tidak sempat memasang pukat, sehingga seluruh isi tambak habis terbawa air,” ujar Johanis, salah seorang petani tambak di Wara Timur.

 

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser